Waspada! Ada 140 Anggota Khilafatul Muslimin di Labuan Bajo

Konvoi anggota Khilafatul Muslimin.

GRAHA BUDAYA — Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi NTT yang beribukota di Labuan Bajo merupakan sebuah wilayah yang sangat terkenal akan potensi sumber daya alamnya. 

Pulau komodo yang merupakan habitat untuk hewan Komodo menjadi salah satu tempat destinasi utama yang dituju para palancong dan masuk dalam 7 keajaiban dunia. 

Pulau Komodo terpilih sebagai tujuh keajaiban dunia dalam kontes yang diselenggarakan Yayasan New7Wonders. Situs www.new7wonders.com, Sabtu, 12 November 2011.

Pada tahun 2019 lalu, Pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin tengah berupaya mencari tambahan devisa untuk menopang penerimaan negara. Salah satu sektor yang terus digenjot adalah pendapatan dari pariwisata dengan membangun 10 Bali baru, salah satunya Labuan Bajo.

Baju Juga: Pemuda di TTS Tega Habisi Ibu Kandung Gegara Lapar

Labuan Bajo juga super premium, hati-hati jangan sampai dicampur aduk menengah bawah kalau perlu ada kuotanya, berapa orang yang boleh masuk ke Labuan Bajo 1 tahun, saya sudah kasih arahan itu ke Menpar Wishnutama,” jelas Jokowi, disitir dari Liputan6.com.

Bahaya dan Ancaman Kawasan Super Premium

Organisasi terlarang, Khilafatul Muslimin kini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Di NTT, persisnya di Labuan Bajo, menjadi pengikut terbanyak organisasi tersebut. 

Kepala Kesbangpol Provinsi NTT Jhon Oktavianus Senin (11/7) membeberkan bahwa, terdapat 140 anggota Khilafatul Muslimin yang berada di kota super premium tersebut.

Baca Juga: Bangga, Chiko Pebulutangkis Asal Papua Juarai Malaysia Masters 2022

“Mereka itu tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Manggarai Barat dan ada di beberapa titik di beberapa pulau di daerah itu,” ungkap Jhon dikutup Antaranews.com.

Lanjut Jhon, ke 140 anggota ini memiliki kartu anggota namun mereka tidak paham atau mengetahui persis bahwa kelompok tersebut bertentangan dengan Pancasila.

“Mereka hanya ikut-ikutan saja. Mereka tahunya bahwa bisa belajar agama, tetapi ternyata mereka kaget di balik itu ada tujuan lain,” katanya.

Baca Juga: Pimpinan Kubu NTT dalam Bentrokan di Yogyakarta Serahkan Diri, 2 dari Maluku

Untuk menjaga keamanan kawasan wisata premium, Jhon menginformasikan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan pemda setempat, Densus 88 dan Polri untuk memantau keberadaan para anggota Khilafatul Muslimin itu di Labuan Bajo.

Sebutnya, telah ada ratusan anggota kelompok yang berjanji akan meninggalkan baiat dan akan kembali mengakui Pancasila sebagai lambang negara Indonesia.

“Selama bulan Juli ini kami targetkan semuanya bisa melepaskan Khilafatul Muslimin, sehingga pada 17 Agustus nanti kami akan undang mereka untuk hadir upacara peringatan,” tegasnya.

Baca Juga: Mohon Kelancaran Kasus Penkase, Keluarga dan Aliansi Ziarah ke Makam Astri dan Lael

Sebagai kawasan pariwisata super premium, menurutnya, Labuan Bajo harus terhindar dari berbagai kelompok-kelompok radikalisme yang dapat merusak kawasan wisata terebut.

Sejarah dan Alasan Disebut Organisasi Terlarang

Dikutip dari Alinea.id, dijelaskan bahwa organisasi Khilafatul Muslimin didirikan Abdul Qadir Baraja pada 1997 di Lampung. Pada 2014, sejumlah lembaga menyebut organisasi tersebut telah menyatakan dukungan terhadap Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). 

Sebelum mendirikan Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir sempat terlibat dalam kasus pengeboman Candi Borobudur pada 1985.

Baca Juga: Jadi Korban Bentrokan NTT vs Maluku di Jogya, Mahasiswa Papua Cacat Permanen

Menurut Direktur Pencegahan BNPT, Ahmad Nurwakhid, Khilafatul Muslimin baru berani terang-terangan mempromosikan gagasan khilafah ke publik pada era Reformasi. 

Tak hanya lewat pertemuan-pertemuan tatap muka, promosi juga digelar via media digital. Sebelumnya, kelompok tersebut cenderung bergerak di bawah tanah. 

“Kelompok ini bukan tiba-tiba muncul dan menjadi persoalan. Sejak awal, tentu saja pergerakan dari kelompok ini sudah termonitor. Keterbukaan dan kebebasan berpendapat mendorong kelompok-kelompok seperti ini membuka diri dan muncul di depan publik,” ungkapnya*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.