Warga Kota Kupang Kecewa Gubernur NTT Dukung Pembangunan Bendungan Kolhua

Humaniora6 Dilihat
Warga tola Bendungan Kolhua.

GRAHA BUDAYA Sejumlah warga di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menolak pembangunan Bendungan Kolhua.

Bendungan Kolhua berada di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa dengan kebutuhan lahan seluas 118,86 hektar. 

Penolakan itu berasal dari 37 kepala keluarga Suku Helong yang tinggal di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Mereka juga menolak menghadiri undangan sosialisasi dari pemerintah yang digelar di Aula El Tari Kupang, Kamis (7/4).

Baca juga: Oknum Polisi di Nagekeo Gagahi Perempuan Muda hingga 5 Kali Keguguran

Warga juga kecewa dengan perubahan sikap Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang berbalik arah mendukung pembangunan bendungan itu.

“Saya ikut berjuang sejak tahun 2013 untuk menolak pembangunan Bendungan Kolhua. Kami sudah capek, yang mendukung kami untuk menolak adalah pak Viktor Bungtilu Laiskodat. Kami dibawa sampai ketemu dengan Komisi V DPR RI dan Komnas HAM. Saya sakit, kalau sekarang Gubernur yang bersurat untuk melakukan pembangunan Bendungan Kolhua. Sampaikan salam untuk Gubernur,” ujar wMaksi Melianus Wuafena, warga Kelurahan Kolhua, Kamis (7/4) dikutip Pos Kupang.

Proyek Bendungan Kolhua direncanakan akan dilelang tahun ini oleh Badan Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dan BWS melakukan sosialisasi mengenai rencana pembangunan bendungan Kolhua.

“Kami tetap tolak bendungan tapi tidak melawan pemerintah,” ujar warga Kolhua Gamal Buifena di Kupang, Kamis (7/4), melansir Kompas.com.

Baca juga: Amankan Uang Rp15 Juta, Seorang Kadis di Pemkot Kupang Diduga Menerima Suap

Dia menyayangkan sikap Lurah Kolhua yang dinilai mendua alias bermain dua kaki.

Yunus Lama, perwakilan dari Serikat Tani Kolhua menambahkan pembangunan Bendungan Kolhua sengaja dibangun untuk menghilangkan etnis Helong.

“Jangan rampas kehidupan kami di Kelurahan Kolhua, karena lahan kami merupakan lahan produktif yang selama ini menghidupi kami,” tuturnya. 

Ia bersama warga lain mengaku, sampai kapan pun, warga yang bermukim di sekitar area yang direncanakan untuk Bendungan Kolhua tetap menolak. 

Lurah Kolhua Silvester Hello mengatakan, ada 136 kepala keluarga yang diundang mengikuti sosialisasi di aula El Tari Kupang. 

“Namun ada 37 kepala keluarga yang menolak dan kami hargai aspirasi mereka. Saya sangat hati-hati tentang bendungan.”

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun Bendungan Kolhua di Kota Kupang akan dimulai pada tahun 2022. 

Bendungan Kolhua didesain dengan tipe urugan zontal inti tegak setinggi 44 meter dan lebar puncak sekitar 10 meter. 

Dengan kapasitas tampung 6,646 juta meter kubik, Bendungan Kolhua nantinya akan memiliki luas genangan sekitar 69,76 hektar untuk mendukung kebutuhan air di Kota Kupang sebesar 150,55 liter per detik. 

Bendungan ini juga diproyeksikan dapat dimanfaatkan sebagai infrastuktur pengendali banjir wilayah hilir Kota Kupang dengan mereduksi banjir sebesar 304,53 meter kubik per detik. 

Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan destinasi pariwisata perkotaan. 

Bendungan Kolhua menjadi bendungan ketujuh yang dibangun oleh Kementerian PUPR di Provinsi NTT sejak tahun 2015.

Sumber air bendungan berasal dari Sungai Liliba dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 22,83 kilometer persegi.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.