Uskup Emeritus Hubert Leteng Tutup Usia di Bandung

Budaya, Humaniora48 Dilihat
Uskup Emeritus Hubert Leteng.

GRAHA BUDAYA — Uskup Emeritus Mgr. Huberts Leteng dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (31/7). Mantan Uskup Manggarai ini tutup usia di Rumah Sakit Boromeus Bandung sekitar pukul 06.00 WIB.

“Selamat pagi Bp/Ibu, berita duka, Mgr. Hubert dipanggil Tuhan jam 06.00 di Borromeus,” tulis sebuah sumber terpecaya di sebuah grup WhatsApp.

Dari informasi yang diperoleh, disebutkan bahwa Uskup Emeritus Hubert Leteng tutup usia karena serangan jantung. Selama ini, Uskup Hubert menjadi warga klerus Keuskupan Bandung setelah dinonaktifkan karena tersandung skandal seks dan uang pada tahun 2017 lalu.

Baca juga: Mantan Bupati Nagekeo Nani Aoh Tutup Usia

Kepergian Uskup Hubert Leteng meninggalkan duka yang mendalam bagi umat Katolik Manggarai yang pernah digembalakannya selama delapan tahun.

Uskup kelahiran Ruteng 1 Januari 1959 ini memimpin Keuskupan Ruteng sejak 7 November 2009 hingga pengunduran dirinya diterima pada 11 Oktober 2017.

Dia menggantikan Mgr. Eduardus Sangsun, SVD yang meninggal dunia pada 13 Oktober 2008, setelah hampir dua dekade menjalankan karya kegembalaan di keuskupan Manggarai sejak tahun 1985.

Dari sumber resmi, disebutkan bahwa Uskup Leteng menyelesaikan pendidikan dasar di SDK St Nicolaus, Taga, Manggarai pada 1973.

Baca juga: Hendak Mengajar di Maunori-Nagekeo, Gadis Asal Ende Tewas Terlindas Mobil Tangki di Nangaba 

Setelah itu, dia melanjutkan pendidikan ke Seminari St Pius XII, Kisol, Manggarai. Setelah tamat di seminari pertama pada tahun 1976, dia melanjutkan ke Seminari Menengah St Pius XII, Kisol sampai tamat tahun 1979.

Antara 1982–1984, Uskup Leteng melanjutkan studi filsafat di STFK Ledalero Maumere di Kabupaten Sikka.

Setelah menjalankan Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Seminari Pius XII Kisol (1986), dia kemudian melanjutkan studi teologi di STFK Ledalero Maumere.

Dia ditahbiskan menjadi imam diosesan Keuskupan Ruteng pada 29 Juli 1988 di Gelora Samador Maumere.

Baca juga: Sedih! Gadis Asal Wolojita di Ende Tewas Terlindas Mobil Tangki Pertamina

Empat tahun melayani umat, dia kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Teresianum Roma antara tahun 1992 hingga 1996, dan setelah itu kembali ke Indonesia menjadi staf pengajar di STFK Ledalero Maumere. 

Sejak 2009, ia menjadi Praeses di Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret. Tak lama setelah itu, dia ditunjuk oleh Paus Benediktus XVI menjadi Uskup Ruteng pada 7 November 2009. Penahbisan berlangsung pada 14 April 2010 di Lapangan Motang Rua, Ruteng.

Ketika namanya menjadi buah bibir umat karena tersandung skandal seks, dia pun dinonaktifkan dari Uskup dan dipindahkan ke Keuskupan Bandung.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.