Tragis, Siswa SMAK St. Klaus Werang Bunuh diri, Begini Kronologinya

Humaniora4 Dilihat
Ilustrasi.


RUTENG (GRAHA BUDAYA) — Seorang siswa berinisial VK (16), kelas IX SMAK St. Klaus Werang, Desa Golo Ndaring, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT ditemukan meninggal akibat gantung diri di pintu kamar asrama. 

Insiden naas ini terjadi pada Rabu (16/2) pukul 01.00 WITA dini hari.

Diketahui bahwa korban pertama kali ditemukan oleh temannya AE (16), saat mau ke WC sekolah tiba-tiba ia melihat korban dalam keadaan tergantung di pintu kamar asrama tersebut.

Baca juga: Frater OCD di Kupang Bunuh Diri, Begini Kronologi Lengkapnya!

Setelah mengethui kejadian tersebut, Romo Rikard selaku Pembina Murid langsung menghubungi anggota Polsek Sano Nggoang dan anggota Polsek Sano Nggoang langsung terjun ke lokasi kejadian untuk mengamankan TKP, sambil menunggu tim identifikasi Polres Mabar.

Setelah tiba di lokasi, tim identifikasi dari Polres Mabar melakukan olah TKP.

Kasatreskrim Polres Mabar Iptu Yoga Darma Susanto mengatakan setelah itu jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Werang untuk dilakukan Visum Ed Repertum (VER).

Dari hasil VER yang dilakukan pihak medis Puskesmas Werang, dr. Maria N.E.B menerangkan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar, penyebab kematian korban murni karena gantung diri. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Baca juga: Dua Kali Pemeriksaan, Publik Menanti Penetapan Tersangka Baru

Kronologi Kejadian

Menurut Yoga, berdasarkan keterangan yang diterimanya bahwa kejadian ini bermula ketika pada Selasa 15 Februari 2022, sekira pukul 22.15 WITA, pembina asrama putra SMAK St Klaus Werang, Naldi Jehanu menelepon bapak korban untuk memberitahukan, korban ada masalah di sekolah.

Pihak sekolah meminta orang tua korban untuk datang ke kolah pada Rabu 16 Februari 2022, namun orang tua korban meminta kepada Naldi untuk bebicara via telpon dengan korban.

Setelah menerima telepon dari orang tuanya, korban lalu keluar dari asrama dan menangis di samping aula sekolah. Melihat hal tersebut tiga orang teman korban mengikuti korban dan mengajak korban untuk kembali ke asrama.

Baca juga: Diduga Terpengaruh Halusinasi, Seorang Suami di Manggarai Bacok Istrinya

Sayangnya, pada tengah malam korban ditemukan oleh temannya gantung diri di pintu asrama.

Kapolsek Sano Nggoang, Iptu Wayan Merta, mengatakan pihak keluarga menerima peristiwa kematian tersebut dan menganggap peristiwa itu sebagai musibah dan tidak akan menuntut secara hukum dikemudian hari, yang ditandai dengan membuat surat pernyataan.

“Korban telah dibawa oleh pihak keluarga untuk dimakamkan dikampung halamannya di Kabupaten Manggarai,” ungkapnya.*

Sumber: Floresnews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.