Tangis Pecah Saat Jenazah 2 Kakak-Beradik Korban KKB Asal Bajawa Tiba di Rumah Duka

Jenazah kakak-beradik tiba di Bajawa.

GRAHA BUDAYA — Tangisan anggota keluarga korban penembakan KKB di Nduga, Papua pecah saat jenazah kedua dua kakak-beradik Yulius Watu dan Hubertus Goti tiba di rumah keluarga pada tengah malam Selasa (19/7).

Dilansir dari Youtube Aurel Update Pers, jenazah kedua korban tiba di rumah duka sekitar pukul 00.00 WITA lewat di Dadawea, Kecamatan Golewa, Ngada.

Keluarga melakukan penjemputan di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo pada Senin siang setelah diterbangkan dari Papua melalui Surabaya.

Baca juga: Randy Dituntut Hukuman Mati karena Terbukti Lakukan Pembunuhan Berencana terhadap Astri dan Lael

Tiba di rumah duka, keluarga mengusung masuk jenazah kedua korban yang masih memiliki ikatan keluarga dekat ini untuk disemayamkan di rumah keluarga di Kecamatan Golewa.

Jenazah Yulius disemayamkan di rumah duka di Kampung Belu, Desa Ulubelu, sedangkan jenazah Hubertus disemayamkan di Dadawea.

Keluarga menyatakan ikhlas menerima peristiwa naas itu sebagai musibah dan rencana Tuhan. Mayat kedua korban rencananya dimakamkan hari ini, Selasa (19/7).

Yulius dan Hubertus menjadi korban pembantaian yang dilakukan KKB di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Nduga, pada Sabtu (16/7) pagi.

Baca juga: 3 Jenazah Warga NTT Dipulangkan dari Papua: 2 ke Bajawa dan 1 ke Manggarai

Bersama dengan keduanya adalah salah satu perantauan asal Manggarai bernama Yohanes Rangkas. Dia juga telah dipulangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan Senin kemarin.

Ketujuh korban lainnya antara lain Daeng Maranu, Taufan Amir, Alex, Yuda Nurusingga, Nasjen, Mahmut Ismain dan Eliaser Baner.

Sementara itu, ada dua korban luka-luka dalam insiden pembantaian yang dipimpin Egianus Kogoya bersama 20 orang anggota KBB  tersebut.*

Disclaimer: Berita ini diperbaharui pada Rabu pukul 00.01 WITA setelah sebelumnya ada kekeliruan mengenai peti jenazah kedua korban. Dari sumber keluarga, mengatakan kedua korban disimpan di dalam peti jenazah yang berbeda. Mohon maaf atas kekeliruan Redaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.