Suster Giovanita Meninggal Akibat Lakalantas Saat Ambil Hosti Kudus

Humaniora11 Dilihat
Sr. Maria Giovanita, PRR.

GRAHA BUDAYA — Suster Maria Giovanita Nitsae dari kongregasi Putri Renha Rosari (PRR) tutup usia pada Minggu (26/6) sore akibat kecelakaan lalulintas sepeda motor. Suster Giovanita tewas saat mengambil Hosti Kudus untuk Ibadat Hari Minggu.

Suster Giovanita sempat mendapat perawatan di RSUD Umbu Rara Meha Waingapu, Sumba Timur setelah mengalami lakalantas. Namun nyawanya tak tertolong karena pendarahan hebat di kepala.

Pada pukul 18.00 WITA, Suster Giovanita menghembuskan napasnya yang terakhir. Jenasah Suster Geovanitas dibawa ke Kupang dan disemayamkan di Biara PRR Naikoten dan dimakamkan pada Rabu (29/6).

Baca juga: Nasibnya Ditentukan 13 Juli, Ini Sejumlah Kontradiksi di Persidangan Randy

Lakalantas terjadi pada sekitar Minggu pagi pukul 08.00 WITA di Hambapraing saat dalam perjalanan menuju Stasi Rambangaru, Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) Kambajawa untuk pelayanan ibadat Minggu. Suster PRR sendiri menetap di komunitas PRR Hambapraing.

Seperti ditulis Hironimus Bifel di laman Facebook, dengan sumber informasi dari mantan Sekda NTT, Frans Salem, Suster Giovanita mengendarai motor untuk memimpin ibadat di stasi Kambajawa.

Di tengah perjalan, suster sadar, ia lupa membawa serta Hosti Kudus yang akan dibagikan untuk umat Stasi.

Baca juga: Keterangan Orang yang Disewa untuk Habisi Randy Berinisial RN Bisa Didalami

Suster Giovanita memutuskan balik arah, kembali mengambil Hosti Kudus dengan memacu kendaraannya dengan cepat. 

Di tengah jalan, Suster mengalami kecelakaan, jatuh dari motor dan mengalami pendarahan hebat di kepala.

Dilansir dari TEMPUSDEI.ID, Suster Giovanita sebenarnya sudah dalam perjalanan menuju tempat ibadat. Ketika dia sampai di Mondu (sudah menempuh 10 Km), Suster baru sadar bahwa dia lupa membawa Hosti kudus untuk umat di Stasi Rambangaru. Karenanya dia memutar motornya, kembali ke gereja untuk mengambil hosti.

Saat hendak kembali menuju ke Stasi Rambangaru yang jaraknya 20-an KM dari Hambapraing itu, baru memacu motornya beberapa ratus meter, Suster terjatuh dan terbentur keras di sisi jalan. Suster pun tak sadarkan diri dan dievakuasi menuju RSUD.

Baca juga: Honorer Nakes Asal Ende Dapat Laptop dari Jokowi

Sempat ditangani tim medis, Tuhan berkehendak lain atas diri Suster Giovanita. Dia pun pergi menghadap Bapa dan memeluk erat Tubuh Kritus di dadanya. Kini dia sudah bersatu dengan Pokok Anggur yaitu Yesus Kristus sendiri.

Adapun, Komunitas Suster-suster PRR belum genap setahun di Hambapraing, Sumba Timur. Di komunitas baru ini, hanya ada dua orang suster, yakni Suster Giovanita dan seorang rekan sepelayanan, sekaligus pimpinannya.

Suster Maria merupakan anak perempuan satu-satunya dari sebuah keluarga di Kefamenanu, TTU. Tangisan umat yang mencintainya pecah saat mengantar jenazahnya ke bandara Umbu Mehang Kunda untuk diterbangkan ke Kupang.

Selamat jalan Suster Giovanita. Doa kami menyertaimu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.