Skenario Pelaku Tunggal dalam Kasus Penkase Gagal Total

Humaniora5 Dilihat
Randy dan istrinya Ira Ua.

GRAHA BUDAYA — Tinggal sepekan kasus pembunuhan pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee akan menjalani sidang pertama.

Pengadilan Negeri Kupang telah menjadwalkan sidang pertama akan digelar pada Rabu, 11 Mei 2022 pukul 09.00 WITA.

Publik NTT, khususnya di Kota Kupang menanti dengan antusias jalannya sidang yang menghadirkan terdakwa Randy Suhardy Badjideh alias RB bersama istrinya, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua.

Baca juga: Ira Jadi Tersangka, Jack Manafe: Dari Awal Kami Duga Tersangka Lebih dari 1 Orang

Pihak Kejaksaan Negeri Kupang telah menyiapkan lima jaksa penuntut umum (JPU) untuk membacakan dakwaan dan tuntutan kepada Randy dan Ira Ua nantinya.

Mereka adalah Herman Deta, Mawardi, Herry C. Franklin, Jonathan S. Limbongan dan Sisca Gitta Rumondang.

Sejak awal kasus ini ditangani, terlihat ada skenario agar pelaku pembunuhan Astri dan Lael hanya satu orang yaitu Randy.

Baca juga: Beredar Rekaman Video yang Menyebut Ira Pukul Lael Pakai Balok di Pelukan Astri

Hal itu tampak dari upaya penyerahan diri yang dilakukan Randy pada 2 Desember 2021 ke Mapolda NTT. Randy diantar oleh keluarga dan orang-orang dekatnya.

Hingga berkas perkara rampung pada 23 Maret 2022 setelah bolak-balik empat kali, penyidik tidak menemukan adanya pelaku lain dalam peristiwa pembunuhan tersebut. Randy masih seorang diri sebagai tersangka.

Meski demikian, publik dan aktivis menduga kuat bahwa pelaku yang terlibat dalam kasus ini pasti lebih dari satu orang. Tidak mungkin Randy melancarkan aksi kejinya.

Baca juga: Beredar Rekaman Suara SM, Sebut Pelaku Pembunuhan Lebih dari 2 Orang

Pertanyaan publik terjawab ketika penyidik Polda NTT menetapkan Ira Ua sebagai tersangka pada 25 April 2022 setelah menjalani pemeriksaan kesekian kalinya.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, nama Ira sudah masuk dalam dakwaan Randy yang dirilis PN Kupang pada 25 April.

Pada bagian penjelasan umum, disebutkan bahwa dakwaan Ira Ua diajukan secara terpisah. Keduanya terbukti “melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, yakni korban Astri Evita Seprini Manafe alias Ate.”

Disebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus 2021 sekitar pukul 09.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu yang masih termasuk dalam tahun 2021.

Insiden itu bertempat di Areal Parkir depan Rumah Jabatan Bupati Kupang yang sering disebut Hollywood, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang atau setidak-tidaknya di suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 340 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 338 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 80 Ayat (3) Jo. Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Penetapan Ira tersebut, kata Jack Manafe, membenarkan dugaan keluarga sejak awal bahwa pelaku bisa lebih dari satu orang.

Sementara itu, Anggota TPFI Buang Sine mengatakan bahwa penetapan Ira Ua sebagai tersangka membuat skenario yang direkayasa sejak awal gagal total.

“Awalnya dikondisikan agar hanya pelaku tunggal. Namun kini sudah pelaku tunggal. Konsep rekayasa menjadi kacau. Pasangan suami istri menjadi tersangka. Apakah keduanya rela menanggung sendiri hukuman dalam waktu yang lama nanti? Atau keduanya segera menyeret pelaku lainnya untuk sama-sama dipenjara?” tulisnya di media sosial, Rabu (4/5).

Baca juga: Ungkap Kasus Pembunuhan Paulus Usna’at, BS Diberi Penghargaan oleh Kapolda NTT

Tidak berhenti di Randy dan Ira, Buang Sine menilai bahwa keterangan saksi Santi Mansula merupakan salah satu kunci dari penanganan kasus Penkase.

Keterangan yang diberikan SM disebut bisa berpeluang mengungkap tersangka lain dalam kasus Astri dan Lael Maccabbee.

Hal itu karena dalam rekaman percakapan yang diperoleh penyidik Polda NTT yang baru dari temuan TPFI, SM disebut mengetahui jumlah pelaku pembunuhan.

“SM adalah salah satu saksi dalam berkas perkara IU yang memberatkan tersangka IU. Ada rekaman percakapan SM dengan DT dimana saat itu SM mengatakan pelaku lebih dari dua orang. Lebih dari dua, bisa tiga, bisa empat, bisa lima, dstnya. Bukti dan fakta rekaman percakapan SM dan DT sudah di tangan penyidik baru. Jika RB tersangka 1, IU tersangka 2, maka tersangka 3 dan lain-lain itu siapa?” tulis Buang Sine di Grup Flobamorata Tabongkar, Minggu (1/5).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.