Sidang Pertama Randy dan Ira akan Digelar pada 11 Mei 2022

Humaniora15 Dilihat
Terdakwa Randy dan Ira Ua.

GRAHA BUDAYA — Pengadilan Negeri (PN) Kupang telah menjadwalkan sidang pertama terdakwa Randy Suhardy Badjideh alias Randy bersama istrinya Irawaty Astana Dewi alias Ira pada Rabu, 11 Mei 2022.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Kupang, Selasa (26/4), sidang pertama terdakwa kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee tersebut akan berlangsung pada pukul 09.00 WITA.

Ada lima jaksa penuntut umum (JPU) yang siap membacakan dakwaan dan menuntut kedua terdakwa. Mereka adalah Herman Deta, Mawardi, Herry C. Franklin, Jonathan S. Limbongan dan Sisca Gitta Rumondang.

Baca juga: Diperiksa Puluhan Kali, Nama Ira Ua Masuk dalam Dakwaan Randy

Berkas dakwaan Randy dan Ira telah didaftarkan dengan nomor perkara 80/Pid.B/2022/PN Kpg di PN Kupang pada 25 April 2022.

Nama Ira Ua masuk dalam dakwaan Randy setelah melakukan pemeriksan, baik sebelum berkara perkara rampung maupun sesudah P-21 pada 23 Maret 2022 lalu.

Ira Ua merupakan istri dari terdakwa Randy Suhardy Badjideh alias Randy yang telah ditetapkan menjadi tersangka kasus pembunuhan sejak Desember 2021.

Pada bagian penjelasan umum, disebutkan bahwa dakwaan Ira Ua diajukan secara terpisah. Keduanya terbukti “melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain, yakni korban Astri Evita Seprini Manafe alias Ate.”

Baca juga: Kejati NTT akan Bongkar Tersangka Lain Saat Persidangan Randy

Disebutkan bahwa kejadian itu terjadi pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus 2021 sekitar pukul 09.00 Wita atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu yang masih termasuk dalam tahun 2021.

Insiden itu bertempat di Areal Parkir depan Rumah Jabatan Bupati Kupang yang sering disebut Hollywood, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang atau setidak-tidaknya di suatu tempat tertentu yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kupang Kelas IA yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara ini.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 340 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 338 KUHPidana Jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana, Pasal 80 Ayat (3) Jo. Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.