Saksi David Akui Pernah ke Rumah Randy Saat Ultah pada 6 November 2021

Rekonstruksi gali lubang di Penkase.

GRAHA BUDAYA — Sidang kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee kembali digelar di Pengadilan Negeri Kupang pada Senin (6/6) pagi. Agenda persidangan adalah pemeriksaan lanjutan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU).

Sidang ini menghadirkan empat orang saksi, yaitu Noviana K. Tubulau, Davidson Daga Mesa alias Bob, Reinaldo Anin alias Aldo dan  Alfian Satria Daga Mesa alias Vian.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis Wari Juniati yang didampingi empat hakim anggota masing-masing, Teddy Windiartono, Reza Tyrama, A A. Gde Oka Mahardika dan Murthada Mberu dengan JPU, Herry Franklin, dan Sisca Gitta Rumondang Marpaung.

Baca juga: Randy Bantah David yang Sebut Jemput Gali Lubang Pakai Mobil Avanza

Sidang juga kembali menghadirkan terdakwa Randy Badjideh yang didampingi oleh tim kuasa hukumnya, yaitu Yance Thobias Messah, Harri Pandie, Benny Taopan, Obet Djami, Narita Krisna Murti dan Rido Manafe.

Dalam persidangan David Daga Mesa alias Bob mengakui bahwa dia baru bertemu kembali dengan Randy pada saat HUT Randy pada 6 November 2021 setelah membantu menggali lubang untuk menguburkan jenazah Astri dan Lael pada 29-30 Agustus 2021.

Saat itu, jasad kedua korban Astri dan Lael baru saja ditemukan di lokasi penggalian pipa SPAM Kali Dendeng di Penkase-Oeleta. Proyek ini merupakan proyek Pemkot Kupang.

Baca juga: Saksi Aldo Teman David: Saya Merasa Bersalah karena Ikut Gali Kubur Astri dan Lael

Jasad kedua korban ditemukan oleh sopir dan kondektur ekskavator yang sedang mengerjakan proyek air bersih tersebut. Mereka menemukan jasad dalam sebuah kantong plastik hitam pada 30 Oktober 2021.

David mengatakan bahwa dia baru mengetahui kalau lubang yang mereka gali itu kubur kedua korban saat pemeriksaan di Polsek Alak. Pemeriksaan sekitar awal November 2021.

Ketika pemeriksaan, Hakim Wari Juniati menanyakan saat David diperiksa polisi kemudian dibawa ke lubang yang digali, apa yang dilihatnya, David menjawab dirinya kaget.

“Saya kaget. Polisi juga bilang jangan beritahu Randy,” katanya kepada hakim.

Baca juga: Aniaya Rekan Guru, Kepsek SDN Oelbeba Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

David adalah teman kuliah Randy. Mereka mulai berkenalan pada tahun 2013 lalu. Ketika diajakan Randy menggali lubang untuk menguburkan Astri dan Lael, David mengiyakan dan membantu rekannya itu. Pada hari kedua, David mengajak juga temannya Aldo.

Dia mengaku dirinya ditelepon oleh Randy pada tanggal 29 Agustus 2021 dengan telepon biasa.

Namun tidak diangkat karena dia masih tidur.

“Saya bangun baru telepon balik, saat itu  Randy sudah datang ke rumah saya menggunakan mobil jenis Avanza sekitar jam 2 lewat. Saya tanya karmana (bagaimana), dia (Randy) tanya saya ada sekop ko, saya tanya buat apa. Randy bilang bos saya minta tolong kubur anjing,” papar David kepada hakim.

Dia kemudian memberikan sekop kepada Randy. Lalu Randy mengajaknya untuk menggali lubang jika tidak ada kerja. Kepadanya, Randy mengatakan menggali lubang untuk menguburkan anjing bosnya.

Randy mengatakan anjing masih berada di rumah bos saat ditanya David.

“Saya kasi sekop,  Randy bilang sonde (tidak) kerja apa-apa, bantu beta (saya) pi (pergi) gali lubang. Jadi kami pakai motor saya Hinda Supra X (nomor polisi) DH 5385 AY,” ujar David.

David mengatakan saat menuju lokasi penggalian, dirinya dan Randy menggunakan sepeda motornya, sedangkan mobil Randy diparkir di depan jalan sekitar rumahnya. Mobil yang dibawa Randy adalah Avanza.

Ketika ditanya hakim, apakah dibayar atau tidak, David mengatakan, tidak dibayar karena dia adalah teman Randy, sedangkan dirinya tidak melihat anjing yang hendak dikubur.

David lalu menanyakan mengapa anjing tidak dikubur di rumahnya bos, namun Randy menjawabnya bahwa bosnya di perumahan sehingga tidak bisa kuburkan anjing.

David mengaku, Randy mengatakan akan menguburkan anjing dengan bosnya dan Randy biasa memegang anjing sehingga dia tidak menaruh curiga sedikitpun pada Randy.*

Sumber: Pos Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.