Saksi Aldo Teman David: Saya Merasa Bersalah karena Ikut Gali Kubur Astri dan Lael

Korban Astri dan Lael.

GRAHA BUDAYA — Sidang kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee kembali digelar di Pengadilan Negeri Kupang pada Senin (6/6) pagi. Agenda persidangan adalah pemeriksaan lanjutan saksi-saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU).

Sidang ini menghadirkan empat orang saksi, yaitu Noviana K. Tubulau, Davidson Daga Mesa alias Bob, Reinaldo Anin alias Aldo dan  Alfian Satria Daga Mesa alias Vian.

Sidang dipimpin Hakim Ketua Majelis Wari Juniati yang didampingi empat hakim anggota masing-masing, Teddy Windiartono, Reza Tyrama, A A. Gde Oka Mahardika dan Murthada Mberu dengan JPU, Herry Franklin, dan Sisca Gitta Rumondang Marpaung.

Baca juga: Randy Bantah David yang Sebut Jemput Gali Lubang Pakai Mobil Avanza

Sidang juga kembali menghadirkan terdakwa Randy Badjideh yang didampingi oleh tim kuasa hukumnya, yaitu Yance Thobias Messah, Harri Pandie, Benny Taopan, Obet Djami, Narita Krisna Murti dan Rido Manafe.

Dalam persidangan, saksi Renaldo Anin alias Aldo mengatakan bahwa dia merasa bersalah karena sudah ikut membantu menggali lubang yang ternyata untuk penguburan jasad korban Astri Manafe dan Lael Maccabbee.

“Saya rasa bersalah karena sudah membantu gali,” jawab Aldo saat ditanya jaksa mengenai perasaannya setelah mengetahui itu kubur Astri dan Lael.

Baca juga: Aniaya Rekan Guru, Kepsek SDN Oelbeba Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Aldo sebelumnya tidak mengetahui kalau itu merupakan lubang untuk menguburkan kedua korban saat diajakan temannya, David Daga Mesa untuk membantu menggali lubang di lokasi yang kemudian menjadi titik penggalian pipa SPAM Kali Dendeng di Penkase-Oeleta.

David adalah teman Randy yang dikenalnya sejak tahun 2013-2014 saat awal kuliah. David diajak Randy untuk membantunya menggali lubang di Penkase pada 29 Agustus 2021. Mereka gali selama dua hari sampai 30 Agustus. Di hari kedua, David mengajak Aldo.

Aldo mengatakan pada 7 November 2021, dia baru mengetahui ternyata lubang yang mereka gali merupakan kubur Astri dan Lael.

Saat itu dia sempat bertanya kepada David setelah jasad kedua korban ditemukan oleh sopir dan kondektur ekskavator pada 30 Oktober 2021. Aldo menanyakan ke David jangan sampai lokasi tersebut yang mereka gali.

“Saya tanya David jangan sampai itu lokasi tempat gali. David bilang bukan tempatnya karena sudah ada proyek SPAM,” katanya.

Baca juga: Keterangan Saksi FT Berbeda dengan BAP, Buang Sine Pertanyakan Siapa Sutradaranya

Hakim kemudian menanyakan, apa yang diberikan David kepadanya. Aldo mengaku tidak temannya itu tidak mengatakan apa-apa lagi.

Aldo juga bercerita bahwa dia sempat menanyakan kepada Randy mengapa bosnya Randy menyuruh Randy untuk menguburkan anjing dan tidak memberi kepada orang untuk RW (jenis masakan daging anjing ala NTT).

“Saya tanya bos mau buat apa, Randy bilang mau kubur anjing, beta (saya) bilang, mari beta (saya) bantu. Saya juga tanya, kenapa bos punya bos suruh kubur anjing tidak kasih orang RW,” kata Aldo.

Dia mengatakan David mengontaknya untuk membantu menggali lubang dan dia mengiyakan. Kemudian keduanya menuju ke lokasi penggalian lubang di Penkase.

“Saya dibonceng David dan sampai di taman Tagepe beta (saya) tanya David lalu David  bilang bantu Randy gali lubang kubur bosnya Randy punya anjing,” katanya.

Setelah selesai menggali lubang, mereka mencari air untuk mencuci tangan dan Randy sempat mengajak mereka ke rumahnya Randy.

“Tapi saya mau cari Terate jadi kami lewat Manulai dan pisah. Setelah penemuan mayat, baru saya tahu dari FB pada tanggal 7 November 2021,” ungkapnya.*

Sumber: Pos Kupang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.