Rudy Soik Akhirnya Sampaikan Permohonan Maaf ke Ibu Korban Erik Putra

Humaniora, Kriminal12 Dilihat
Rudy Soik dilantik jadi Kapolsek Biboki Utara.

GRAHA BUDAYA — Nama Kapolsek Biboki Utara di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Rudy Soik viral di media sosial belakangan ini.

Hal itu karena unggahannya di status WhatsApp yang dianggap melukai hati keluarga Erik Putra di Bajawa, Ngada. Erik Putra adalah korban yang diduga dibunuh pada Maret lalu.

Dalam postingannya, Rudy Soik menyindir seseorang dengan menyebutnya sebagai detektif sipil yang melakukan penyelidikan terhadap penembakan kerbau di Bajawa.

“Detektif sipil baru pulang dari Bajawa lidik penembakan kerbau. Polisi lain akan takut dengan lu pung akun palsu dan takut kena buli,” tulisnya dikutip dari unggahan di media sosial.

Baca juga: Dikatai ‘Kerbau’, Orangtua Korban Erik Putra Asal Ngada Minta Rudy Soik Klarifikasi

Secara tersirat, sindiran tersebut mengarah kepada Buang Sine yang dalam beberapa waktu terakhir turun ke Bajawa untuk membantu keluarga korban melakukan investigasi dugaan kasus pembunuhan terhadap Erik Putra.

Buang Sine adalah mantan penyidik pembantu pada Polda NTT yang memilih pensiun pada tahun 2020 lalu. Meski sudah berstatus sipil, Buang Sine tetap aktif membantu mengadvokasi kasus pembunuhan dengan membentuk Tim Pencari Fakta Independen (TPFI).

Setelah namanya viral di media sosial karena postingan tersebut ditanggapi oleh keluarga korban, Rudy Soik pun menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga Erik Putra.

Baca juga: Kasus Dugaan Pembunuhan Erik Putra di Bajawa Siap Dibongkar

Dalam postingannya di media sosial, dia menyatakan dengan tegas dan berani mengakui kesalahannya dan menegaskan bahwa dia tidak bermaksud melukai atau menyinggung keluarga korban Erik Putra di Bajawa.

“Sebagai seorang putra Flobamorata dengan berani dan tegas mengatakan permohonan maaf jika ada yang tersinggung atas status pribadi ssaya pada story WA, terkhusu ibundaku di kota Ngada (Bajawa). Saya tidak punya masalah dengan ibu apalagi ingin melukai hati ibu dengan kata-kata,” tulisnya di akun Facebooknya, dikutip Senin (13/6).

Ipda Rudy Soik adalah Kapolsek Biboki Utara di Kabupaten TTU yang dilantik pada 20 Mei 2022 menggantikan Iptu Marchal Ribeiro.

Permintaan maaf Rudy Soik disampaikan setelah ibudan korban pekan lalu meminta agar anggota Polisi yang baru dimutasi dari Polda NTT itu memberikan klatifikasi mengenai maksud sindirannya dalam status WA.

Orangtua korban memberikan waktu 1×24 jam kepada Rudy Soik untuk melakukan klarifikasi terkait postingan Rudy Soik yang mengatakan korban sebagai “kerbau”. 

Baca juga: Ira dan Baron Berselisih di Sidang, Beda Versi Soal Malam Penjemputan di Perumahan Alak

Ibu korban atas nama Ernestina No dalam unggahan di media sosial oleh akun Riski Dina, Jumat (10/6) mengecam keras pernyataan Rudy Soik yang menyamakan anaknya dengan binatang. Menurut dia, tidak sepantasnya seorang polisi menggunakan kata tersebut.

“Saya minta untuk diperhatikan secara Khusus Pernyataan OKNUM POLISI DIATAS yang menyatakan bahwa Anak saya ERIK PUTRA Korban yang diduga sementara Lakalantas tanggal 4 Maret 2022 di Ledhi Tarawali Soa Bajawa yang disebutkan oleh oknum bahwa anak saya adalah seekor KERBAU yang ditembak,” katanya dikutip Jumat (10/6).

Baca juga: Ira: Setelah Korban Ditemukan, Randy Sempat ke Jakarta dan Akui Dia Bukan Pelaku

Dia pun meminta Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto untuk menindak tegas anggota polisi yang “dimutasi” dari Polda ke TTU tersebut.

“Saya minta kepada oknum yang bernama RUDY SOIK dan kepada Yang Terhormat BAPAK KAPOLDA NTT IRJEN SETYO BUDIYANTO untuk menegaskan secara tegas kepada RUDI SOIK OKNUM POLISI KAPOLSEK BIBOKI UTARA TTU untuk melakukan klarifikasi secara Langsung dan Terbuka kepada Publik Flobamorata Tabongkar,” tandasnya.

Dia pun mempertanyakan siapa yang dimaksud Rudy Soik dengan nama detektif sipil.

Baca juga: Saksi Fitri Sepupu Randy Beberkan Perjalanan Mobil Rush: Tidak Sesuai BAP Randy

Tangkapan layar status WA Rudy Soik lantas viral di media sosial dan mendapat kecaman warganet. Banyak warganet menilai bahwa pernyataan itu ditujukan kepada Buang Sine yang selama ini menjadi “musuh bebuyut”-nya.

Adapun baru-baru ini, Buang Sine pernah ke Bajawa persis ketika kedatangan Presiden Joko Widodo ke daerah penghasil bambu tersebut.

Dalam unggahannya, Buang Sine mengatakan dia ke Bajawa juga dalam rangka membantu keluarga korban Erik Putra yang meninggal Maret lalu karena kecelakaan motor.

Namun dari investigasi sementara, dia melihat ada kejanggalan. Selain tubuh dan pakaian korban tidak terdapat luka, motor yang digunakan korban juga terlihat tidak rusak. Hanya setir yang bengkok ke bawah.

“Korban ERIK PUTRA dikatakan mengendarai sepeda motor dalam keadaan mabuk dan kecepatan tinggi lalu jatuh, tetapi pakaian dan tubuhnya TIDAK ROBEK ATAU ADA LUKA LECET SEDIKITPUN. Aneh atau tidak?” katanya di akun Facebook, 8 Juni 2022.

“Ini sepeda motor korban ERIK PUTRA yang dikatakan dikendarai oleh korban ERIK PUTRA dalam keadaan mabuk dan dengan KECEPATAN TINGGI. Tolong ditunjukkan SATU SAJA GORESAN PADA SEPEDA MOTOR yang jatuh bersama korban di TKP LEDHI SOA tanggal 4 Maret 2022 malam DENGAN KECEPATAN TINGGI INI,” tulisnya di unggahan kedua.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.