Romo Deken Larantuka Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur, Penyebabnya Masih Misteri

Humaniora7 Dilihat
Romo Edu Kerang, Pr.

GRAHA BUDAYA — Romo Deken Larantuka Romo Bernardus Bala Kerans, Pr ditemukan meninggal dunia di kamar tidurnya pada Kamis (14/7) lalu.

Romo Edu Bala, sapaan akrabnya, ditemukan dalam kondisi terbaring kaku oleh umat setempat pada pukul 14.00 WITA. Romo Edu selama ini tinggal di asrama para pastor Keuskupan Larantuka di Postoh, Kabupaten Flores Timur.

Wakapolres Flores Timur, Kompol Januarius Seran, pekan lalu mengaku belum bisa memberikan keterangan apapun terkait peristiwa kematian Romo Edu tersebut. 

Baca juga: Tangis Pecah Saat Jenazah 2 Kakak-Beradik Korban KKB Asal Bajawa Tiba di Rumah Duka

Menurutnya, polisi sudah melakukan olah TKP dan petugas kesehatan bersama sejumlah anggota keluarga sedang berada di dalam kamar almarhum.

“Mungkin nanti akan ada keterangan dari pihak kesehatan atau mungkin juga dari pihak keluarga, tentang penyebab kematian. Tapi saya tidak bisa memastikan itu,” ujarnya dikutip Warta Nusantara.

Menurut dugaan yang didapatkan dari beberapa sumber dan para romo di Asrama Postoh, disebutkan bahwa Romo Edu kemungkinan meninggal karena serangan jantung.

Baca juga: 3 Warga NTT dari 11 Korban Tewas di Nduga, Pimpinan KKB Ungkap Alasan Penembakan

Sejauh ini, Romo Edu memiliki riwayat penyakit jantung yang serius. Beberapa tahun lalu Romo Edu pernah datang ke Jakarta untuk melakukan pemasangan kater dan ring, tetapi urung terjadi.

Sementara itu, ada informasi lain yang beredar di Grup WhastApp bahwa Romo Edu diduga meninggal karena kesetrum radiasi Handphone tatkala tidur.

Adapun, kematian Romo Edu diketahui pada Kamis siang setelah umat setempat berusaha membongkar pintu kamar tidurnya.

Umat membongkar kamar tidurnya karena sejak pagi hingga jam makan siang, Romo Edu belum keluar dari kamar tidurnya dan pintu kamarnya masih dalam keadaan terkunci dari dalam. Almarhum juga tidak hadir di ruangan makan saat makan siang.

Pada hari itu, Romo Edu sebetulnya dijadwalkan akan mengadakan misa pagi di sebuah biara Susteran.

Baca juga: 11 Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Nduga, 3 dari NTT

Namun ketika ditelpon oleh suster tidak ada jawaban sehingga menimbulkan kecurigaan.

“Kami telpon dia berkali-kali di HP-nya juga tidak merespon. Tahu-tahunya, siang hari kami terkejut ketika mendapatkan kabar dia sudah meninggal,” ungkap seorang suster dikutip Sesawi.net.

Sejumlah imam yang menghuni asrama para pastor di kompleks Dekenat Larantuka mengaku kaget dengan kematian Romo Edu. Karena hingga Rabu (13/7) malam, almarhum masih hadir bersama-sama dengan mereka di ruang makan saat makan malam.

Jenazah Romo Edu telah dimakamkan di Pemakaman Renha Rosari Larantuka pada Jumat (15/7).

Sumber: Sesawi, Warta Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.