Randy Disebut Bukan Saksi dan Pembunuh Astri dan Lael

Humaniora5 Dilihat
Tersangka pembunuhan Astri dan Lael, Randy.

KUPANG (GRAHA BUDAYA) — Kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee masih misteri.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa Randy Badjideh, yang kini menjadi tersangka tunggal pembunuhan, bukanlah pelakunya.

Bahkan, disebutkan sebuah sumber bahwa dia tidak mengetahui insiden pembuhan dua nyawa anak manusia tak berdosa tersebut.

Baca Juga: Sedih, Pastor Muda di Afrika Dibunuh Kelompok Bersenjata Usai Misa

Kabar ini beredar pasca Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT mengembalikan berkas perkara Randy ke penyidik Polda NTT, Senin (7/2).

Penyidik akan melengkapi petunjuk jaksa penuntut umum (JPU) dalam tenggang waktu empat hari ke depan.

“Randy Badjideh bukan saksi kunci dan bukan pelaku karena saat terakhir kali Randy bertemu A & L sudah dalam kondisi tidak bernyawa (mati dalam plastik),” tulis akun Facebook Selly, Senin (7/2).

Dia menyebut bahwa saat itu Randy menemui istrinya, Ira Ua, yang memanggilnya untuk menukar mobil.

Baca Juga: Minta Dilengkapi, Berkas Perkara Astri dan Lael Dikembalikan ke Polda NTT

Lokasi pertemuan mereka berada di Patung Garuda, di Kecamatan Alak, yang belakangan diduga menjadi TKP pembunuhan.

“Pertemuan itu dilakukan antara Ira cs dan Randy di Alak Patung Garuda karena Randy menuju lokasi karena dapat panggilan via HP dari Ira Cs untuk melakukan pertukaran mobilnya Randy dan mobilnya Ira Cs,” papar Selly dalam akun Facebooknya.

Dia menduga bahwa Randy tidak mengetahui kejadian pembunuhan sehingga ketika melakukan rekonstruksi, Randy telah melakukan rekayasa fakta.

“Kesimpulannya Randy juga tidak tahu siapa-siapa saja yang turut serta dalam pembunuhan berencana ini yang menyebabkan kedua korban sampai meninggal dunia,” katanya.

Sebelumnya, hasil investigasi TPFI menyebutkan bahwa Randy bukanlah pelaku pembunuhan. Dia hanyalah saksi kunci untuk membongkar jaringan kejahatan ini.

Menurut beberapa saksi, Astri dan Lael dibunuh oleh beberapa orang.

Baca Juga: Kisah Haru 3 Kakak-Beradik Berusia Lebih dari 100 Tahun di Soe Saling Mengunjungi

Saat ini, berkas laporan TPFI sudah ada di tangan polisi dan Anggota TPFI Buang Sine telah dipanggil untuk memberikan keterangan kepada penyidik Polda NTT.

Keterangan tersebut, kata penyidik, akan dimasukkan ke dalam berkas perkara Randy jika ditemukan validitasnya.

Dengan dikembalikannya berkas perkara dari Kejati NTT ke Polda diharapkan menjadi kesempatan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam terhadap saksi-saksi.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Seharusnya apa yang menjadi nganjalan saat ini harus dibongkar oleh polda jangan Polda juga ikut melindungi kejahatan ,bapak Kapolda namanya dirusakin oleh bawahannya ,hukum dinegara kita sangatlah jls yang dambahkan kepolisian republik Indonesia,bapak Kapolri segarah menindak tegas pelaku oknum polisi yang mempermiankan hukum internasional kplsian dinegara kita sangat memalukan dan merusak nama Insistusi kepolisian ,mereka ini merusak marwa dari kepolisian Dengan sendirinya hukum kepolisan TDK dipercaya oleh masyarakat luas diindonesia lebih kusus Polda NTT.