Praperadilan, Deddy Manafe Sebut Penetapan Tersangka Ira Sesuai 3 Alat Bukti

Humaniora18 Dilihat
DeddyManafe.

GRAHA BUDAYA Pakar hukum pidana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Deddy Manafe menjelaskan status penetapan tersangka Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua istri terdakwa kasus pembubunuhan ibu dan anak di Kupang, Randy Suhardy Badjideh alias RB.

Hal itu menanggapi praperadilan yang diajukan Ira Ua melalui kuasa hukumnya Yance Thobias Mesakh, Rydo Nickylens Manafe, dan Dicky Januar Ndun ke Pengadilan Negeri (PN) Kupang.

Pra peradilan tersebut didaftarkan sesuai dengan Nomor 16/Pid.Pra/2022/PN.Kpg.

Baca juga: Deddy Manafe Ungkap 3 Kemungkinan Peran Ira dalam Kasus Penkase

Pengajuan praperadilan tersebut dilayangkan setelah penyidik Polda NTT menetapkan Ira Ua sebagai tersangka.

Menurut kuasa hukum, penetapan status tersangka kepada klien mereka (Ira), belum memiliki bukti permulaan yang cukup.

Dalam sebuah tulisannya, Deddy Manafe mengatakan ada setidaknya tiga alat bukti yang sangat cukup untuk menetapkan Ira Ua sebagai tersangka dalam kasus Penkase.

Alat bukti tersebut, kata Deddy, mengacu kepada Pasal 184 ayat (1) KUHAP.

Baca juga: Jadi Tersangka Diduga karena Postingan SM, Ira Ua Ajukan Praperadilan

Pertama, alat bukti keterangan saksi. Dalam permohonan praperadilan Ira, sebagaimana ditulis media, ada 3 orang saksi yang disebut, yakni Randy Badjideh, Santy Mansula dan Anita Ibrahim.

Menurut Deddy, sari segi jumlah ini sudah memenuhi 1 alat bukti pertama. Soal kualitas atau isi dan keterkaitan kesaksian dengan perbuatan Randy, tentunya sudah masuk pada MATERI POKOK perkara. 

Artinya, Randy pasti memberikan keterangan bahwa Ira yang minimal mengancam dirinya agar membunuh Astri dan Lael. 

Baca juga: Bukan Hanya Ira, Kejati NTT Pastikan Masih Ada Tersangka Lain

Sementara Santy dan Anita pasti memberi keterangan bahwa mereka pernah diceriterakan oleh Ira bahwa Ira pernah minimal mengancam Randy untuk membunuh Astri dan Lael.

Kedua, alat bukti keterangan ahli. Penyidik Polda NTT pasti juga telah memeriksa ahli pidana terkait konstruksi perkara Penkase, yang menempatkan Ira pada peran sebagai penghasut. Artinya, 1 lagi alat bukti kedua diperoleh. Apalagi, jika ada ahli IT untuk mengkomfirmasi percakapan melalui alat komunikasi. Serta ahli bahasa untuk menganalisis isi percakapan itu. 

Ketiga, alat bukti surat. Hasil print-out percakapan melalui alat komunikasi itu, jelas merupakan alat bukti surat. Artinya, 1 lagi alat bukti ketiga ditemukan.

“Dengan demikian seluruh unsur Pasal 55 ayat (1) ke-2e KUHP dapat dipenuhi oleh Ira demikian pula paling tidak ada 3 alat bukti yang lebih dari cukup untuk mendukung penetapan Ira sebagai tersangka penghasur Randy untuk membunuh Astri dan Lael,” katanya dikutip Jumat (29/4).

Adapun PH Ira mengatakan bahwa klien mereka sesungguhnya adalah korban. 

Selain itu, 5 sprindik (surat perintah penyidikan) yang ada dari penyidik, tidak tahu mana yang ditujukan kepada Ira. 

Lima  dalih Ira yang termuat dalam permohonan praperadilan Ira Ua yakni:

Pertama, Polda NTT (Termohon) menetapkan status tersangka kepada Ira karena rasa tidak tenang yang kemudian memicu pertengkaran Ira dengan Randy Badjideh.

Kedua, dalam keterangan pemohon, bahwa pemohon tidak pernah memberi upah, perjanjian, salah memakai kekuasaan atau martabat.

Berikutnya, memakai paksaan, ancaman atau tipu karena memberi kesempatan, ikhtiar atau keterangan dengan sengaja MENGHASUT suami pemohon melakukan pembunuhan berencana.

Ketiga, pemohon tidak pernah menceriterakan kepada saksi Santy Mansula dan Anita Ibrahim terkait penghasutan.

Keempat, pemohon tidak pernah memberikan keterangan kepada penyelidik terkait penghasutan tersebut.

Kelima, penyidik tidak memiliki bukti permulaan yang cukup baik jumlah maupun kualitasnya.

Deddy menjelaskan bahwa secara teknis, alat bukti petunjuk dan alat buktu keterangan terdakwa menjadi domain hakim dalam pemeriksaan di sidang pengadilan. 

Sementara, pada tingkat penyidikan, yang digunakan ialah alat bukti keterangan saksi, keterangan ahli, dan surat.

Ira ditetapkan sebagai tersangka sebagai PENGHASUT suaminya terdakwa Randy Badjideh dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Astri dan Lael. 

Status hukum Ira ini terungkap dalam permohonan praperadilan sebagaimana disampaikan PH Ira kepada media.

Sebagaimana bunyi Pasal 55 ayat (1) ke-2e KUHAP: “mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.”*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.