Polda NTT: Tahap I Berkas Perkara IU Sudah Dikirim ke Kejati NTT

Konferensi pers Ira Ua.

GRAHA BUDAYATahap I berkas perkara tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua sudah dikirim ke Kejaksaan Tinggi NTT.

Demikian disampaikan Dirreskrimum Polda NTT AKBP Patar M. H. Silalahi, didampingi Ps. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda NTT Kompol Samuel Koehuan dalam konferensi pers tersangka IU yang digelar Jumat (27/5) sore. Dalam konferensi pers, Ira sudah mengenak rompi orange.

“Hari ini berkas tersangka Ira Ua sudah tahap I ke Kejaksaan,” katanya dikutip dari akun Facebook Humas Polda NTT.

Baca juga: Bayu Sebut IU Sering ‘Kepo’ Hubungan Astri dan RB Lewat Sonia Sepupu Baron

Dia berharap berkas perkara istri terdakwa Randy Badjideh tersebut bisa segera diteliti oleh jaksa agar nantinya bisa rampung dan siap disidangkan.

“Mohon doa dan dukungan untuk bisa berkas yang sudah dikirim mendapat penelitian dari jaksa agar bisa rampungdan kita serahkan siap disidangkan,” tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa penetapan Ira Ua sudah berdasarkan prosedur hukum yang berlaku. Ira diperiksa selama dua hari, yaitu mulai Selasa-Rabu kemarin.

Ada beberapa bukti yang mendukung penetapan Ira Ua. Pertama adalah keterangan saksi-saksi dan kedua adalah keterangan ahli dan bukti digital.

“Kita berharap prosesnya berjalan dengan baik,” ungkap Aria Sandi.

Baca juga: Ada Bercak Darah di Jok Mobil Rush, Pemilik Rental Sebut RB Sempat Pinjam Avanza

Sebelumnya, Kabid Humas Polda NTT Aria Sandi mengatakan bahwa penahanan terhadap Ira Ua resmi dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan marathon sejak 24 Mei lalu pasca praperadilan Ira Ua ditolak Pengadilan Negeri Kupang pada 19 Mei.

Sejak Selasa, 24 Mei, Ira Ua menjalani beberapa kali pemeriksaan intens. Pemeriksaan terakhir dilakukan mulai Rabu sore pukul 17.00 WITA hingga Kamis dini hari. Pada pukul 21.00 WITA, tersangka pembunuhan Astri dan Lael tersebut ditahan.

Selama pemeriksaan, penyidik menduga Ira Ua telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHPidana Subs pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 2 KUHPidana Jo Pasal 80 Ayat (3) dan((4) Jo Pasal 76 C UU No.35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 221 ayat (1) KUHPidana.

Pasal 340 KUHP menyatakan bahwa “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun”.

Sementara, Pasal 338 KUHP mengatur tentang pembunuhan biasa yang tidak direncanakan dan tidak disertai pidana lain ancamannya maksimal 15 tahun penjara.

Selanjutnya, UU Perlindungan Anak mengatur tentang ancaman hukuman bagi siapapun yang melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap anak. Tak tanggung-tanggung, ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.