Polda NTT: Keterangan 58 Saksi Jadi Dasar Penetapan Tersangka Ira Ua

Humaniora, Kriminal12 Dilihat
Santi Mansula dan Iraua-Randy.

GRAHA BUDAYA Penyidik Polda NTT yang berwenang melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee mengungkap 58 saksi yang memberi keterangan sebagai dasar penetapan tersangka Ira Ua.

Hal itu diungkapkan penyidik Polda NTT dalam pembacaan eksepsi atau pembelaan dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Kupang, Jumat (13/5).

Di hadapan hakim, penyidik Polda NTT mengatakan bahwa keterangan ke-58 saksi dan alat bukti yang dikumpulkan penyidik sejak Januari hingga April 2022 memperkuat dugaan keterlibatan Ira Ua dalam kasus pembunuhan Astri dan Lael.

Baca juga: Ini Pernyataan Ira Ua yang Membuatnya Jadi Tersangka

Rangkaian tindakan penyidikan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP-Sidik/36/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 6 November 2021 dan Surat Perintah Penyidik Nomor SP-Sidik/473/XI/2021/Ditreskrimum tanggal 30 November 2021. Ada juga Surat Perintah Penyidikan tanggal 4 Januari 2022 dan 28 Maret 2022 serta 4 Maret 2022.

Dalam sidang pembelaannya, penyidik Polda NTT mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan konfrontir di antara para saksi kunci yang berjumlah lima orang.

Mereka adalah Anita Fitriani M. Ibrahim, Sulaiha Umar, Susanti Mansula, Ati Saputri, dan Ira Ua sebagai calon tersangka. Para saksi tersebut merupakan orang-orang dekat dari tersangka Ira Ua.

Baca juga: Polda NTT Yakin Menang Hadapi Praperadilan Ira Ua

“Pemeriksaan konfontir terhadap saksi Anita Firiani Muhamad Ibrahim, Susanti Mansula, dan Ira Ua. Bahwa selain lima orang saksi tersebut penyidik telah melakukan pemeriksaan 53 orang saksi,” kata penyidik.

Dalam pemeriksaan, penyidik Polda NTT djuga menyebutkan ada salah satu ucapan Ira Ua yang menyebabkan dirinya menjadi tersangka. Ucapan tersebut adalah Ira Ua mengatakan hidupnya tidak tenang selama Astri dan Lael masih hidup.

“Salah satu ungkapan Ira Ua yang mengatakan hidupnya saya tidak tenang selama Astri dan Lael masih ada merupakan pemicu Randy melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Astri dan Lael dengan tujuan utama untuk mempertahankan rumah tangga Randy dengan Ira,” ungkap penyidik ketika membacakan pembelaan dalam sidang praperadilan, Jumat (13/5).

Baca juga: Randy Diduga Ingin Selamatkan Ira dalam Kasus Penkase

Pihak penyidik melihat bahwa perkataan tersebut sebagai pemicu Randy melakukan pembunuhan terhadap Astri dan Lael. Astri dianggap sebagai penghalang hubungan rumah tangga keduanya.

Selain pernyataan tersebut, pihak penyidik Polda NTT menemukan ada bukti lain terkait penetapan Ira Ua sebagai tersangka pembunuhan Astri dan Lael.

Namun penyidik tidak memberitahukan alat bukti tersebut kepada tersangka demi kelancaran penyidikan. Pasalnya, jika tersangka mengetahui alat bukti, maka berpotensi dihilangkan, dirusak, dan tindakan lain yang dapat menghambat penyidikan kasus Astri dan Lael.

Dalam pembacaan eksepsi, penyidik Polda NTT menjelaskan sesuai Pasal 25 ayat 1 dan 2 Perkap Nomor 16 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana bahwa penetapan tersangka berdasarkan paling sedikit dua alat bukti yang didukung barang bukti.

Baca juga: Kardinal Zen Ditangkap Polisi Hong Kong

Selain itu, penetapan tersangka sesuai ayat 1 dilakukan melalui mekanisme gelar perkara kecuali tertangkap tangan. Kemudian, dalam pasal 25 perkap nomor 6 tahun 2019 tentang penyidikan tindak pidana. Penyidik Ditreskrimum Polda NTT mendapatkan dua alat bukti yang didukung barang bukti.

“Dapat Termohon (Polda NTT) jelaskan terhadap dalil pemohon tidak berdasar dan mengada-ngada. karena penyidik berkewenangan mencari dan mengumpulkan barang bukti dan alat bukti berdasarkan pasal 1 angka 2 KUHP,” ungkap penyidik.

Selanjutnya, sidang praperadilan Ira Ua akan digelar pada Selasa, 17 Mei dengan agenda pembuktikan dari pemohon.

Pada 18 Mei 2022, pemohon bisa menyerahkan bukti dan keterangan saksi. Kemudian pada  Jumat (20/5) adalah pengucapan putusan.*

Sumber: Victory News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.