PH Korban Sebut Bantahan RB Rancu dan Bertentangan dengan Fakta

Terdakwa Randy Badjideh.

GRAHA BUDAYA— Adhitya Nasution, penasehat hukum (PH) dari korban Astri Manafe dan Lael Maccabbee menanggapi hasil sidang lanjutan terhadap terdakwa Randy Badjideh (RB) di Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang, Selasa (17/5).

Menurutnya, bantahan terdakwa dalam persidangan kedua sangat bertolak belakang dengan fakta yang terjadi. Hal ini dikarenakan, awal kasus ini muncul ke publik, terdakwa datang sendiri menyerahkan diri bukan ditangkap pihak kepolisian pada 2 Desember 2021.

Dapat disimpulkan bahwa, ada pengakuan dari terdakwa Randy terhadap suatu perbuatan.

Baca Juga: Ini Perbedaan Keterangan Ira dan RB Soal Kejadian Tanggal 27-28 Agustus

“Dia kan datang sendiri menyerahkan diri bukan ditangkap, artinya ada suatu pengakuan dari terdakwa atas suatu perbuatan itu,” beber Adhitya dikutip Pos Kupang.

Adhitya menyebutkan bahwa pada bulan Januari lalu Polda NTT telah membentuk tim penyidik baru. Tim penyidik baru juga telah menemukan fakta dan bukti baru dari kasus ini. 

Menurut dia, hal ini mesti dipahami oleh terdakwa beserta penasehat hukumnya, sebab fakta baru tidak bisa dilepaskan dari rangkaian kasus yang sudah ada.

Dia menilai ada kerancuan antara pembelaan dengan fakta yang terjadi. Kerancuan tersebut yakni terdakwa ingin dibebaskan dari segala tuntutan jaksa.

Baca Juga: Ini Perbedaan Versi Isi Chat Ira ke Jack Manafe

“Dari sini kita melihat ada sedikit rancu antara pembelaan dengan fakta yang sebenarnya terjadi. Sementara dakwaan ini kan berdasarkan BAP dari terdakwa sendiri, dia merangkai BAP dan dijadikan bahan untuk rekonstruksi dan jadi bahan dakwaan, artinya BAP ini berdasarkan pengakuan dari pihak terdakwa, dan ini yang sekarang dibantah, ini poin utama yang kita lihat pada eksepsi tadi, ” tegasnya.

Adhitya melihat terdakwa tidak pernah mengakui perbuatannya, dan membantah semua dakwaan yang mana dakwaan tersebut merupakan turunan dari BAP dan apa yang pernah dibuatnya.

“Tadi kita liat kalau tidak salah tidak ada untuk meminta keringanan, tetapi lebih kepada pembebasan, artinya mereka membantah seluruh dakwaan yang mana dakwaan itu merupakan turunan dari BAP dan apa yang pernah dia lakukan yakni menyerahkan diri dan mengakui sebagai tersangka,” tukasnya.

Baca Juga: Sempat Kabur, Polisi Ringkus Pemuda Pemerkosa Janda di Sumba

Aditya meyakini sebuah pepatah yang mengatakan “semakin cepat keburukan atau kebusukan berlari, suatu saat akan terkejar juga. 

Adhitya percaya Jaksa memiliki cara tersendiri untuk melawan eksepsi dari terdakwa. 

Dia berharap eksepsi terdakwa tidak diterima dan jaksa bisa membuktikan dengan menghadirkan saksi-saksi dan bukti yang valid.

“Jaksa bisa membuktikan dengan menghadirkan saksi-saksi dan bukti yang valid, dengan begitu, saya rasa sudah tidak ada lagi cela untuk terdakwa melepaskan diri dari tuntutan nantinya,” ungkapnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.