Pernah Dibenci, BS: Jangan Jadi Pengecut jika Merasa Benar

Humaniora7 Dilihat
Buang Sine.

GRAHA BUDAYA Anggoa TPFI Buang Sine adalah salah satu tokoh yang paling terdepan mengadvokasi kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee. Naluri investigasinya sebagai mantan penyidik masih sangat kuat.

Dalam mengadvokasi kasus Penkase, Buang Sine dan timnya dari TPFI berupaya menginvestigasi dengan menggali informasi dan keterangan sejumlah saksi. 

Temuan TPFI telah diserahkan ke Polda NTT dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT. Dari temuan itu, beberapa keterangan yang diangap valid telah dimasukan ke dalam berita acara pidana (BAP) oleh penyidik.

Baca juga: Bukti Dikantongi Penyidik, SM Disebut Jadi Saksi Ungkap Tersangka Lain

Selama mengadvokasi kasus Penkase, Buang Sine selalu memegang prinsip bahwa orang jahat akan menang jika orang baik tidak bertindak. 

Karena itu, meski diserang, dicaci-maki, dan dibenci, dia tetap berusaha teguh pada pendirian dan nuraninya.

“Kalau merasa benar kenapa takut? Kalau merasa bersalah pasti takut dan sembunyi sonde (tidak) mau mengaku,” katanya di grup Facebook Flobamorata Tabongkar, Minggu (1/5).

Baca juga: Jadi Saksi Mahkota, Randy dan Ira Berpotensi “Perang” di Pengadilan

Buang Sine menyadari bahwa dalam menangani kasus Penkase, hanya kebenaran yang mampu membongkar kebusukan dan kejahatan orang-orang yang terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.

“Jadilah pembela kejujuran, kebenaran, dan keadilan walau nyawa taruhannya,” ucapnya.

Ketika kasus Penkase hampir selesai, Buang Sine pun mengungkapkan rencananya selanjutnya. Dia menyebut bersama timnya akan melayani konsultasi khusus dan penyelidikan kasus pembunuhan di NTT.

Nama lembaganya adalah Buang Sine Investigasi (BSI) Team. Lembaga ini akan melayani seluruh masyarakat NTT.

“Setelah kasus Penkase selesai, BSI TEAM siap membantu mengungkap kasus-kasus pembunuhan gelap di seluruh wilayah NTT,” katanya, Rabu (27/4).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.