Niat Interogasi Pencuri Anjing, Anggota Polisi di Kupang Nyaris Ditikam Tengah Malam

Ilustrasi pengeroyokan.

GRAHA BUDAYA— Menginterogasi pencuri di jalanan memang bukan perkara mudah, nyawa bisa melayang apabila kita tidak lihai dalam membela diri.

Hal tersebut terjadi pada seorang Brigadir Polisi Abraham Kaat, salah satu anggota polisi Bagian Ops Polres Kupang. Dia nyaris ditikam pemuda tak dikenal yang ditemuinya pada Selasa (19/7)  dini hari sekira pukul 02.00 Wita.

Diceritakan bahwa pada Senin (18/7), usai pulang kantor, Brigpol Abraham mengajak adik-adik sepupu dan rekannya untuk membantu pekerjaan fisik rumahnya. Pekerjan baru selesai pukul 00.30 Wita. Mereka meninggalkan lokasi sekitar pukul jam 01.30 Wita.

Baca juga: Romo Deken Larantuka Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur, Penyebabnya Masih Misteri

Kronologi Kejadian

Dikutip dari akun Instagram Humas Polda NTT, sekitar pukul 02.10 Wita, Bram bersama adiknya berpapasan dengan dua orang pria berboncengan sepeda motor matic Honda Beat. Karena merasa curiga karena ada karung dan nampak ada ekor anjing yamg menjulur keluar, Brigpol Bram langsung menghentikan sepeda motor tersebut lalu mencabut kunci serta menginterogasi kedua mereka.

Baca Juga: Kantongi Alat Bukti dan 2 Saksi, BS Yakin ‘Pencuci Otak’ RB Segera Diciduk Polda NTT 

Keduanya mengaku berasal dari daerah yang berbeda, sehingga untuk memastikan kebenarannya Brigpol Bram meminta KTP tetapi mereka berdalih bahwa tidak membawa dompet.

Tidak puas dengan sikap kedua pria tersebut, Brigpol Bram perintah adiknya untuk memanggil ketua RT setempat. 

Setelah itu, dia meminta dua pria yang diduga pencuri anjing tersebut berlutut. 

Pria yang mengaku berasal dari Timor menuruti sedangkan rekannya menolak dan memilih mengambil rokok, namun ternyata pria tersebut menarik pisau dari celananya namun dengan sigap Brigpol Bram langsung memukul dadanya dan merampas pisau dari tangannya. 

Pada saat yang bersamaan ada dua pria yang datang, sangka Brigpol Bram mereka adalah warga sekitar yang hendak memberikan bantuan, namun dia curiga karena mereka membawa batu besar dan mengarahkan lemparan padanya.

Baca Juga: Mirip Perkara Randy, Kejati NTT Kembali Tolak Berkas Ira Ua 

Karena merasa terpojok, Brigpol Bram memilih untuk kabur namun sialnya kunci sepeda motor miliknya dibawa sang adik. Akhirnya dia memakai sepeda motor honda beat milik pelaku. Ia kemudian meninggalkan sepeda motor miliknya dan berusaha membangunkan warga dengan berteriak ada pencuri.

Akhirnya bantuan pun datang, beberapa warga memenuhi lokasi dan pelaku pun kabur karena takut diserang warga. 

Sebagai bukti, Brigpol Bram dan beberapa warga menyerahkan sepeda motor pelaku dan karung berisi 2 ekor anjing curian ke Polsek Maulafa. Di dalam jok motor Polisi menemukan tas berisi KTP, SIM milik pelaku dan STNK.

Baca Juga: 3 Warga NTT dari 11 Korban Tewas di Nduga, Pimpinan KKB Ungkap Alasan Penembakan

Ia bersyukur karena adiknya selamat serta motornya tidak dirusaki oleh mereka. 

“Saya malah bawa sepeda motor pelaku sambil berteriak minta bantuan warga, sementara sepeda motor saya sendiri saya tinggalkan karena adik bawa kunci kontaknya,”ucap Bram.

Kapolres Kupang AKBP FX.Irwan Arianto membenarkan Brigadir Abraham Kaat adalah personil Polres Kupang. 

“Benar, dia adalah personil Polres Kupang yang saat ini menukangi Operator  Call Center 110 Bagian Operasional Polres Kupang,” terang Kapolres.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.