Mohon Kuasa Tuhan, Warga Daraskan Doa di Lokasi Penemuan Jenazah Astri dan Lael

Humaniora7 Dilihat
Doa di Penkase.

GRAHA BUDAYA Warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) begitu empati dengan kasus yang menimpa anggota keluarga Manafe di Kota Kupang tahun lalu.

Astri Manafe dan anaknya Lael Maccabbee ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan di lokasi penggalian pipa SPAM Kali Dendeng, Penkase, Alak, Kota Kupang, pada 30 Oktober 2021.

Hampir lima bulan berjalan, penanganan kasus ini seolah tak membuahkan hasil. 

Baca juga: Keterangan Saksi Berubah, Dugaan Rekayasa Kasus Astri dan Lael Makin Jelas

Sudah empat kali penyidik mengirim berkas perkara Randy Badjideh, tersangka pembunuhan ke Kejati NTT.

Tiga kali berkas tersebut sudah ditolak karena dianggap belum lengkap, dan terakhir kali dikirim pada 16 Maret lalu.

Melihat bahwa kasus Astri dan Lael tidak ditangani secara serius oleh penyidik Polda NTT, warga Kota Kupang berinisiaf menggelar doa di lokasi penemuan jenazah kedua korban di Penkase, Alak.

Dari video yang diunggah akun Facebook Dany Dany, Minggu (20/3), tampak puluhan warga mendaraskan doa memohon pertolongan Tuhan agar membuka mister kejahatan yang menimpa Astri dan Lael.

Di lokasi penemuan jenazah mereka berdoa dan bernyanyi dengan sedih, memohon agar Tuhan menunjukkan Jalan-Nya.

Jemaat menilai bahwa dalam penanganan perkara ini, tidak cukup hanya tanggung jawab manusia saja. Campur tangan Tuhan sangat diperlukan agar kedok perkara segera terungkap sehingga korban bisa bahagia di keabdian dan keluarga mendapatkan keadilan yang setara.

Jauh sebelum ini, warga Kota Kupang juga menggelar unjuk rasa di depan Polda NTT untuk menuntut keseriusan penyidik menyelesaikan perkara tersebut.

Di Jakarta, Alor, dan Rote Ndao juga digelar aksi serupa, dengan intensi mendesak penyidik profesional dalam menyelidiki perkara pembunuhan Astri dan Lael.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.