Mirip Perkara Randy, Kejati NTT Kembali Tolak Berkas Ira Ua

Humaniora, Kriminal18 Dilihat
Kasi Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim.

GRAHA BUDAYA— Kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang Astri Manafe dan Lael Maccabbee masih terus bergulir.

Pada hari Jumat (15/7) lalu, jaksa peneliti mengembalikan berkas perkara  dengan tersangka Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua kepada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) dengan dalil penyidik Ditreskrimum Polda NTT belum penuhi petunjuk jaksa.

Dikutip dari koranntt.com, pengembalian berkas tersebut dibenarkan oleh Kajati NTT, Hutama Wisnu, yang dikonfirmasi melalui Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, S. H, pada Rabu (20/7).

“Iya benar. Berkas kasus dugaan pembunuhan di Penkase dengan tersangka Ira Ua alias Ira sudah dikembalikan oleh jaksa peneliti berkas perkara pada Kejati NTT,” ungkap Abdul.

Baca Juga: Romo Deken Larantuka Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur, Penyebabnya Masih Misteri

Terang Abdul Hakim, berkas dikembalikan dengan beberapa petunjuk jaksa dan durasi waktu yang diberikan 14 hari.

“Berkas dikembalikan disertai petunjuk dari jaksa peneliti berkas. Dan, waktu yang diberikan cuman 14 hari untuk penuhi petunjuk jaksa,” ungkapnya.

Abdul Hakim menjelaskan bahwa apabila selama 14 hari penyidik belum memenuhi, maka akan dilakukan koordinasi dan peringatan. Bisa saja berkas dikembalikan ke Polda.

“Jika selama 14 hari penyidik Ditreskrimum Polda NTT belum juga memenuhi petunjuk jaksa, maka akan dilakukan koordinasi dan peringatan karena bisa saja SPDP berkas tersebut dikembalikan ke Polda NTT,” tegas Abdul Hakim.

Baca Juga: 3 Warga NTT dari 11 Korban Tewas di Nduga, Pimpinan KKB Ungkap Alasan Penembakan

Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Aryasandi membenarkan adanya pengembalian berkas perkara dugaan tindak pidana pembunuhan dengan tersangka Ira Ua alias Ira.

“Iya benar. Penyidik sudah menerima pengembalian berkas perkara Ira Ua alias Ira. Dan, penyidik Polda NTT diberikan waktu selama 14 hari oleh jaksa untuk memenuhi petunjuk secara materil dan formil,” ujar Aryasandi.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.