Melihat Banyak Kota yang Hancur, Jokowi Ajak Presiden Ukraina Berdamai dengan Rusia

Ekopol, Humaniora8 Dilihat

GRAHA BUDAYA — Perang Rusia dan Ukraina masih berkecamuk. Perang yang dimulai Februari 2022 tersebut meluluhlantahkan sejumlah kota di Ukraina dan menewaskan ratusan tentara dan masyarakat sipil. Dampak perang begitu besar. Harga energi dan pangan dunia langsung melonjak tajam. 

Untuk diketahui, baik Rusia maupun Ukraina merupakan dua negara produsen energi dan pangan terbesar. Rusia memasok gasnya untuk seluruh negara di Eropa dan Ukrainan merupakan pengekspor penghasil minyak bunga matahari terbesar untuk Eropa. Perang kedua negara membuat rantai pasok komoditas strategis terganggu.

Di tengah bara api perang kedua negara, Indonesia berupaya memberikan solusi damai dengan melakukan pertemuan dengan pemimpin kedua negara. 

Baca juga: Suster Giovanita Meninggal Akibat Lakalantas Saat Ambil Hosti Kudus

Sebagai Presiden G20, Indonesia setidaknya memiliki daya tawar untuk melakukan diplomasi tingkat tinggi agar kedua negara menghentikan perang. Bertepatan dengan momentum pertemuan G7 di Jerman, Presiden Jokowi pun menjadwalkan agenda pertemuan bilateral dengan kedua negara.

Kemarin, 29 Juni 2022, Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Jokowi tiba di Istana Maryinsky, Kyiv yang disambut oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di pintu masuk Istana pada sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

Setelah penyambutan, kedua pemimpin negara tersebut masuk ke dalam Istana untuk melakukan sesi foto bersama dan dilanjutkan pertemuan tete-a-tete.

Baca juga: Ibu dan Adik Selebgram Ayu Anjani Tewas Tenggelam di Labuan Bajo

Dalam pertemuan itu, Jokowi mengajak Presiden Ukraina untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian karena perang memang harus dihentikan, dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali. Presiden Jokowi menyampaikan bahwa kunjungannya ke Ukraina merupakan perwujudan kepedulian masyarakat Indonesia untuk perang di Ukraina.

“Saya sampaikan ke Presiden Zelenskyybahwa kunjungan ini saya lakukan sebagai manifestasi kepedualian Indonesia terhadap situasi di Ukraina,” katanya dalam konferensi pers resmi usai pertemuan dengan Presiden Ukraina, dikutip laman Setkab.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memberikan kontribusi bantuan termasuk obat-obatan dan komitmen rekonstruksi rumah sakit di sekitar Kyiv.

“Kami mendatangi sebuah rumah sakit di pusat kota Kyiv yang merawat para korban perang. Pada kesempatan itu, Ibu Negara secara simbolis menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan kepada Pusat Ilmiah dan Bedah Endokrin, Transplantasi Organ dan Jaringan Endokrin Ukraina. Pemerintah Indonesia juga memberikan bantuan melalui Palang Merah Ukraina dan komitmen bantuan rekonstruksi untuk rumah sakit yang rusak akibat perang,” katanya.

Baca juga: Nasibnya Ditentukan 13 Juli, Ini Sejumlah Kontradiksi di Persidangan Randy

Presiden Jokowi kembali menyampaikan undangan secara langsung kepada Presiden Zelenskyy untuk berpartisipasi dalam KTT G20 yang akan diselenggarakan bulan November tahun ini di Bali. 

Presiden Jokowi juga menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus memperkokoh kerja sama bilateral dengan Ukraina.

Sementara itu, Presiden Zelenskyy menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Presiden Jokowi ke Ukraina. Menurutnya, ini adalah kunjungan pemimpin negara Asia pertama ke Ukraina sejak invasi melanda Ukraina.

Sebelum bertemu dengan Presiden Ukraina, Jokowi dan Ibu Iriana sempat meninjau kompleks Apartemen Lipky di Kota Irpin, Ukraina untuk melihat puing-puing bangunan apartemen yang rusak akibat perang.

Jokowi mengungkapkan bahwa dia sangat sedih melihat dampak perang terhadap kota di Ukraina. Dia berharap agar perang bisa segera dihentikan dan tidak ada lagi kota-kota di Ukraina yang rusak.

Usai dari Ukraina, Presiden Jokowi diagendakan akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Rusia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Jokowi akan mengajak Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin untuk melakukan gencatan senjata dan menghentikan perang.

Semoga Presiden Jokowi senantiasa diberi kesehaan dan keselamatan dalam mengemban tugas negara yang begitu penting di tengah peperangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.