Laporan TPFI Jadi Petunjuk Polisi Bongkar Pelaku Lain, BS: Terima Kasih Tuhan

Humaniora5 Dilihat
Buang Sine di Koe Podcast.

KUPANG (GRAHA BUDAYA) — Perjuangan Anggota TPFI Buang Sine tidak sia-sia. Selama berbulan-bulan dia berjuang mencari keadilan dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, medio Agustus 2021.

Setelah diperiksa penyidik Polda NTT pada 28 Januari 2022, kini laporan TPFI menjadi petunjuk untuk membongkar dugaan pelaku lain dalam kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabbee di Kupang.

Laporan investigasi TPFI diserahkan langsung Buang Sine kepada Kapolda NTT Irjen Pol Setyo Budiyanto pada 3 Januari lalu.

Baca Juga: Profil Pendidikan Hery Nts: Kuliah D4 Tahun 2016, Lulus S2 Tahun 2021

Dalam laporan itu, TPFI menyertakan bukti dan petunjuk untuk membongkar adanya keterlibatan pelaku lain dalam tragedi berdarah yang begitu menyita empati publik.

“Kini bukti-buktimu itu dipakai aparat penyelidik yang dipilih Tuhan untuk menemukan pelaku-pelaku lain pembunuh AM dan LM,” katanya melalui akun Facebook-nya, Kamis (3/2).

Dia tidak menepis fakta bahwa ketika dia dan TPFI melakukan investigasi dan menyampaikannya di media sosial dan media lain, dia dihina dan dibenci, terutama oleh mereka yang ingin menutup kasus ini.

Baca Juga: Aliansi Laporkan Oknum Polisi yang Mengambil CCTV ke Propam Polda NTT

Namun kini, setelah berkas laporan TPFI diterima oleh Polda NTT, dia merasa semua lelahnya terbayar oleh Tuhan.

Semua jerih payah, perjuangan dan caci maki diterimanya dari berbagai orang. Namun selangkah pun dia tidak mundur. Demi keadilan untuk Astri dan Lael, dia berani menyuarakan kebenaran.

“Perjuanganmu menelusuri jejak pembunuh telah membuahkan hasil. Walau engkau dihina, dimaki, dicela, bahkan dilaporkan, namun engkau tetap tegar,” ungkapnya.

Buang Sine sungguh merasakan penyertaan kasih Tuhan dalam perjuangannya, termasuk juga dukungan dan doa semua pencinta keadilan untuk Astri dan Lael.

Baca Juga: Beredar Identitas Oknum Polisi yang Diduga Ambil CCTV di Gereja Zoar Penkase

Kini, semuanya akan berjalan sebagaimana petunjuk yang ada di dalam laporan TPFI. Beberapa saksi telah diperiksan dan selanjutnya polisi akan membongkar jaringan kejahatan kemanusiaan ini.

Dia menyadari bahwa tidak ada kejahatan yang akan tersembunyi selamanya. Kuasa Tuhan akan lebih besar kepicikan manusia.

“Proses sedang berjalan. Tuhan membuat semua indah pada waktunya,” katanya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.