Kisah Haru 3 Kakak-Beradik Berusia Lebih dari 100 Tahun di Soe Saling Mengunjungi

Humaniora10 Dilihat
Tiga kakak-beradik berusia lebih dari 100 tahun di Soe.

SOE (GRAHA BUDAYA) — Semua orang pasti meninggal, tetapi tidak semua orang bisa menikmati usia tua. Sebab, tidak sedikit orang yang meninggal di usia muda.

Seperti kisah yang terjadi di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiga kakak beradik sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Tidak semua orang mengalami kisah seperti mereka bertiga. Sama-sama hidup dengan usia yang sangat panjang. Tentu, Tuhan telah memberikan usia panjang kepada mereka.

Baca juga: Sudah Pisah dan Ingin Cerai, Randy Disebut Pernah Kabur ke Jakarta

Satu hal yang mengharukan dari kisah mereka adalah perjumpaan penuh kasih sayang di usia tua setelah mereka melewati satu abad kehidupan.

Mereka saling mengunjungi dan berpelukan penuh cinta yang mendalam. Air mata berderai di pipi, menunjukkan betapa mereka merawat persaudaraan sebagai kakak adik penuh keindahan.

Gambaran perjumpaan mereka terekam dalam video yang diunggah oleh akun Abuy Neng di Facebook pada 3 Februari 2022 lalu.

Dalam video berdurasi 3,19 menit tersebut, tampak kedua kakak-beradik (laki-laki) mengunjungi saudara perempuan tertua mereka bernama Katarina Tauho Faot.

Baca Juga: Bukan 27 Agustus, Astri dan Lael Disebut Dijemput Randy pada 28 September 2021

Kedua laki-laki kakak beradik tersebut diketahui bernama Nikolaus Faot (103 tahun) dan adiknya Fransiskus Faot (101 tahun).

Sementara itu, saudara perempuan mereka telah berusia 105 tahun.

Dari rekaman video, terlihat Opa Nikolaus dan Fransikus mendatangi Oma Katarina yang sedang berada di rumahnya.

Keduanya diantar oleh anak dan sanak keluarga. Menggunakan tongkat kayu, kedua berjalan perlahan, menyusuri jalan setapak hingga tiba di rumah Oma Katarina.

Oma Katarina yang melihat kedatangan kedua adiknya, langsung memeluk dan mencium penuh cinta. Dia tak bisa menahan tangisnya. Dipeluknya mereka.

Begitupun sebaliknya. Opa Nikolaus dan Fransiskus ikut menangis melihat saudari tua mereka yang masih hidup dan kuat.

Baca Juga: Beredar Identitas Oknum Polisi yang Diduga Ambil CCTV di Gereja Zoar Penkase

Tak banyak kata-kata yang mereka sampaikan dalam perjumpaan itu. Hanya dengan pelukan dan ciuman, ketiganya merasakan getaran persaudaraan yang begitu kekal.

Rumah Oma Katarina masih sederhana. Semi permanen dan berdindingkan pelupuh.

Sementara ketiganya berpelukan, anak-anak dan sanak keluarga berdiri menyaksikan kemesraan yang terpatri di antara mereka.

Betapa Tuhan telah memberkati mereka sehingga bisa sama-sama menikmati usia yang begitu panjang. Mereka bisa melihat anak, cucu dan cicit mereka.

Dalam Kitab Suci, usia yang panjang di atas 80 tahun menunjukkan kekuatan seorang anak manusia untuk bertahan hidup; melewati kesukaran dan penderitaan.

Baca Juga: Profil Pendidikan Hery Nts: Kuliah D4 Tahun 2016, Lulus S2 Tahun 2021

“Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun” (Mzm 90:10).

Bagi ketiga kakak-beradik di Soe ini, usia yang panjang bukan sekadar bonus atau hadiah dari Tuhan. Usia yang panjang adalah anugerah yang sungguh luar biasa.

Dalam tradisi lokal, usia yang panjang merupakan bukti bahwa seseorang dipelihara Tuhan karena perbuatan baik, cinta kasih dan hal-hal positif yang mereka hadirkan dalam hidup sehari-hari.

Sehat selalu Opa Nikolaus dan Fransiskus dan Oma Katarina. Kiranya Tuhan senantiasa memberkati Opa dan Oma.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.