Kecewa atas Vonis Ringan Daeng Lukman, Keluarga Ivanto di Sikka Kejar Jaksa dan Hakim

Sidang putusan Daeng Lukman.

GRAHA BUDAYA— Beredar sebuah video insiden kericuhan di gedung Pengadilan Negeri (PN) Sikka karena kekecewaan keluarga korban Ivanto Ubaldus Kono (23) terhadap amar putusan hakim kasus pembacokan yang telah terjadi pada bulan Februari 2022.

Hakim dan jaksa yang memimpin sidang putusan pada Senin (4/7) memvonis pelaku Daeng Lukman (35) dengan hukuman 9 bulan penjara. 

Atas keputusan tersebut, keluarga korban melempar hakim dan jaksa dengan sandal lalu mengejar hingga ke lantai bawah. 

Baca Juga: 2 Tewas, Begini Kronologi Bentrokan Berdarah antara Kelompok NTT dan Maluku di Jogyakarta

Aksi kejar-kejaran terjadi, namun beruntung aparat tangkas mengamankan hakim dan jaksa. Keluarga korban dalam wawancara mengaku kecewa dengan putusan tersebut.

“Kami keluarga korban sangat kecewa dengang putusan yang dibacakan hakim ketua yang hanya memberikan hukuman 9 bulan terhadap pelaku pembacokan terhadap korban. Anak saya hingga saat ini mengalami cacat seumur hidup. Nyawa anak saya sama dengan harga sebungkus rokok dan kacang. Saya sebagai orang tuanya tidak terima,” kata Yosefina Marieta, ibu korban.

Kronologi Kejadian

Dilansir dari Kompas.com, Kasi Humas Polres Sikka, Iptu Margono menjelaskan bahwa kejadian berawal ketika korban datang untuk membeli minuman bir dengan kacang di kios Alia. 

Baca Juga: Berawal dari Libur Sekolah, 2 Kakak Beradik di TTS Tewas Terseret Banjir

Setelah membeli, korban pulang ke rumah. Namun, sesampainya di rumah, ia hanya melihat bir merek Bintang, sementara kacangnya tidak ada. Korban kembali lagi ke kios Alia, meminta untuk menambahkan kacang karena tidak ada dalam bungkus plastik. 

Tetapi terjadi perdebatan yang mana menurut saksi atas nama Robi Hardiansah, kacangnya sudah dikasih.

Lalu saksi atas nama Robi Hardiansah berteriak perampok. Mendengar teriakan itu, terlapor (Daeng Lukman) keluar dengan membawa sebilah parang dan langsung mengayunkan ke korban mengenai kaki di bagian lutut kiri, sebanyak satu kali, sehingga korban mengalami luka sobek. 

Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Randy atau Ada Sutradara Jenius yang Mengatur Skenario Kasus Penkase

Atas kejadian tersebut, pelaku dilaporkan ke Polres Sikka dan langsung mengamankan pelaku.

Sejak kejadian pada Februari lalu, baru sebulan belakangan korban dapat berjalan. Akan tetapi, menurut keluarga, korban tidak bisa lagi jongkok dan berjalan tegak, berlari serta mengendarai motor.

Akibatnya, korban yang juga sudah yatim ini tak bisa membantu sang ibu mengurusi usaha berjualan bakso.

Sementara itu, kakak korban, Angki Valentinus Kono menyatakan sang adik saat ini cacat.

“Dia tidak normal lagi. Mau berlutut untuk berdo’a ke dia punya Tuhan saja tidak bisa,” katanya.

Baca juga: Geng NTT dan Maluku Saling Minta Maaf

Terdakwa Daeng Lukman dalam persidangan 20 Juni lalu mengatakan dia tidak memiliki niat untuk menghabisi korban. Dia mengaku dalam keadaan setengah sadar ketika membancok korban.

“Sumpah demi Allah, tidak ada niat sedikitpun untuk menghabisi korban. Semua terjadi karena saya kaget bangun dari tidur dan dalam keadaan setengah sadar. Saya menyesali perbuatan saya,” katanya.

Lukman mengaku hidup sebatang kara di Maumere. Dia meminta maaf kepada keluarganya karena sejak masuk ditahan dirinya tidak pernah melihat anaknya yang baru lahir.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Lukman juga mengungkapkan dirinya berniat memberikan santunan kepada korban. Namun keluarga korban menolak tawaran tersebut.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.