Kamis Ini, Penyidik Limpahkan Randy dan Barang Bukti ke Kejati NTT

Humaniora5 Dilihat
Abdul Hakim.

GRAHA BUDAYAPenyidik Polda NTT pada hari Kamis, 31 Maret 2022. Pelimpahan dilakukan setelah berkas perkara tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak, Astri Manafe dan Lael Maccabbee ini dinyatakan lengkap alias P-21 pada 23 Maret lalu.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim mengatakan pada Rabu (30/3), pelimpahan tersangka Randy dan barang bukti ini merupakan tahap kedua setelah berkas perkara.

Sebelumnya, dia menggarisbawahi bahwa ketika menerima tersangka Randy, pihaknya harus memastikan bahwa mantan pacar korban Astri itu dalam kondisi sehat.

Baca juga: Randy Terancam Dijerat Hukuman Mati dengan Pasal Berlapis

Hal itu agar tersangka Randy siap untuk menjalani persidangan yang merupakan tahap akhir dari penanganan kasus pembunuhan ibu dan anak ini.

“Mengenai tahap II tergantung penyidik, yang jelas pada saat penyerahan tersangka dalam keadaan sehat. Jadi, penyerahan tahap II tergantung koordinasi penyidik dan jaksa penuntut umum (JPU) saja, kapan penyerahan tahap II,” ujar Abdul di Kupang, Jumat (25/3) dikutip Kupang Terkini.

Baca juga: Berkas Lengkap, PH Korban Minta JPU Tidak Ragu Susun Surat Dakwa Randy

Adapun, polisi telah menetapkan Randy sebagai tersangka dan dijerat pasal 340 KUHP terkait pembunuhan berencana.

Alat bukti dan keterangan saksi dan ahli forensik akan dibuka di persidangan.

Pakar hukum pidana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Deddy Manafe mengatakan tersangka Randy Badjideh alias RB bisa terancam pidana mati jika terbukti berbohong atau berbelit-belit saat persidangan nanti.

Baca juga: Kejati NTT Harap Randy dalam Kondisi Sehat Saat Diserahkan Penyidik

Menurut dia, tersangka Randy harus konsisten menyampaikan keterangannya saat persidangan setelah kejaksaan melimpahkan berkas ke pangadilan.

“Jika (Randy) ternyata tetap konsisten juga, maka hakim dapat menilai dan memperoleh alat bukti PETUNJUK bahwa benar RB pelakunya, namun berbohong, berbelit-belit, dan tidak menyesali perbuatannya. Ini menjadi ALASAN MEMBERATKAN yang menjadi dasar pertimbangan untuk menjatuhkan pidana mati,” kata Deddy dalam tulisannya yang dikutip di media sosial.

Dia menggarisbawahi bahwa jika nanti dalam fakta persidangan terungkap adanya pelaku lain, maka hakim akan memerintahkan agar dilakukan penyidikan terhada fakta tersebut.

Baca juga: Deddy Manafe Sebut Randy Terancam Pidana Mati jika Berbohong di Pengadilan

Adanya pelaku lain dalam kasus ini akan bergantung kemampuan JPU untuk menggali fakta persidangan dan kejelian dan kebijaksanaan hakim untuk menilai fakta persidangan.

“Jika ternyata fakta persidangan membuktikan bahwa RB bohong tentang MENCEKIK Astri, maka jelas juga RB patut diduga bohong bahwa Astri yang mencekik Lael,” ungkapnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.