Niat Jadi TNI, Joni Bocah Viral Pemanjat Tiang Bendera Ingin Jaga Perbatasan RI-RDTL

Saat ini Joni duduk di Kelas XI SMAN 1 Atambua.

Budaya, Ekopol, Humaniora101 Dilihat

GRAHA BUDAYA Yohanes Ande Kala alias Joni pada tahun 2018 lalu membuat publik tanah air heboh oleh aksi heroiknya menyelamatkan bendera Merah Putih yang tersangkut pada ujung tiang saat apel 17 Agustus 2018.

Oleh karena aksi heoriknya tersebut, dia pun dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Jakarta diberikan hadiah dan membangun rumah masa depannya di Belu.

Joni juga mendapat santunan dari banyak pihak lainnya, termasuk Pemerintah Provinsi NTT dan Pemda Belu.

Baca juga: Roy Suryo Ditahan Polda Metro Jaya Mulai 5 Agustus

Joni Ingin Jadi TNI

Kini, setelah empat tahun, remaja asal Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur itu sudah menginjak usia 17 tahun. Empat tahun lalu, dia baru duduk di bangku SMP Kelas 1. Kini, Joni duduk di kelas XI SMAN 1 Atambua,

Joni yang saat ini berusia 17 tahun, bercita-cita menjadi anggota TNI. Tujuannya sangat mulia, yaitu ingin menjaga perbatasan Indonesia-Timor Leste di Motaain.

Kepada Kompas.com, dia berharap cita-citanya bisa didukung oleh pemerintah dan keluarganya.

“Semoga pemerintah kawal selalu saya untuk menggapai cita-cita saya,” ujarnya, Jumat (5/8).

Baca juga: Viral! OMK di Lembata Nyanyi Lagu Andmesh dan ‘Rumah Kita’ Saat Perayaan Liturgi

Demi meraih impiannya, dia tiap hari rutin berlatih fisik di asrama TNI Angkatan Darat Kompi Senapan B.

Selama ini, dia tinggal di asrama tentara tersebut karena bisa lebih dekat dengan sekolahnya. Jarak asrama TNI dengan sekolahnya hanya 500 meter.

Sebelumnya, dia harus menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer menggunakan sepeda motor dari rumahnya di Desa Silawan menuju sekolahnya di Atambua.

“Saya baru tinggal sebulan di asrama Kompi Senapan B, agar bisa lebih dekat dengan sekolah,” ungkapnya.*

Simak video perubahan rumah Joni yang dibangun Presiden Jokowi di video berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.