Jokowi Ungkap ‘Kekuatan Tersembunyi’ Labuan Bajo yang Tak Dimiliki Negara Lain

Wisatawan berfoto di Pulau Padar.

GRAHA BUDAYA — Presiden Joko Widodo untuk kesekian kalinya melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Teranyar, presiden dua periode tersebut mengunjungi Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat dalam rangka meninjau dan meresmikan sejumlah proyek infrastruktur pendukung destinasi wisata super premium Labuan Bajo. Penetapan kategori premium diumumkan Jokowi pada Januari 2020 lalu.

Dalam rangkaian kunker tersebut, Jokowi salah satunya meresmikan Perluasan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo pada Kamis (21/7).

Baca juga: Jokowi Buka Suara Soal Tiket Masuk TNK yang Membengkak Jadi Rp3,75 Juta

Dalam sambutannya, Kepala Negara mengatakan Labuan Bajo memiliki kekuatan tersembunyi yang dimiliki satu dari 10 destinasi wisata prioritas nasional. Bahkan, tidak ada satu pun negara lain yang memiliki kekuatan khas dari Labuan Bajo di Flores tersebut.

“Apa sih yang masih kurang dari Labuan Bajo?,” katanya.

“Labuan Bajo ini komplit, budaya ada, pemandangan sangat bagus, pantai cantik,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, ada satu kekuatan tersembunyi yang dimiliki Labuan Bajo. Bahkan, tidak ada satu pun negara di berbagai belahan dunia yang memiliki kekuatan seperti yang dimiliki Labuan Bajo.

“Di dunia yang gak ada, gak ada di tempat lain itu gak ada. Yaitu komodo yang ada di Pulau Komodo. Kekuatan ini yang harus kita pakai untuk mensejahterakan rakyat kita di sini,” katanya.

Baca juga: Menhub: Kapal Roro Rute NTT-Maluku akan Dibangun Paling Lambat 2024

Mantan Gubernur DKI Jakarta menegaskan pemerintah telah melakukan upaya maksimal untuk membenahi kawasan wisata Labuan Bajo, tak terkecuali infrastruktur pendukungnya. Mulai dari perbaikan jalan, hingga pemindahan pelabuhan ke lokasi yang lebih strategis bagi wisawatan.

Di sela-sela peresmian Bandara Komodo, Jokowi bahkan mengaku belum puas dengan perluasan bandara di ujung Pulau Flores tersebut. Pemerintah memastikan akan terus melakukan perbaikan.

“Fasilitas yang kurang akan terus kita perbaiki. Ini bandara komodo, terminal sudah diperlebar, masih kurang? Diperlebar lagi,” tukasnya.

Baca juga: Romo Deken Larantuka Ditemukan Meninggal di Kamar Tidur, Penyebabnya Masih Misteri

Menurut keterangan Menteri Perhubungan Budi Karya Bandara Komodo memiliki runway sepanjang 2.600 meter. Dengan demikian, Bandara Komodo hanya bisa menerima pesawat narrow body.

“Menteri Perhubungan sampaikan runwaynya masih kurang kalau ditambah 100 meter, [pesawat] wide body sudah bisa masuk, ya tambah, maksimal tahun depan harus selesai,” kata Jokowi.

Dia pun menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di Labuan Bajo, bisa mencapai 1,5 juta orang per tahun. Target itu sejalan dengan langkah pemerintah menata kawasan tersebut.

Penataan itu sudah berjalan selama dua tahun. Anggaran yang dihabiskan pun tidak sedikit.

“Oleh sebab itu, untuk target pertama, Labuan Bajo ini harus minimal 1 juta karena memang airport-nya kapasitasnya seperti itu. Tapi kalau nanti runway-nya sudah diperpanjang, wide body bisa masuk, naik lagi ke 1,5 juta. Saya sudah sampaikan ke Menteri Pariwisata Bapak Sandiaga Uno,” katanya.

Baca juga: Tangis Pecah Saat Jenazah 2 Kakak-Beradik Korban KKB Asal Bajawa Tiba di Rumah Duka

Menurut Jokowi, semua langkah itu harus dilakukan bersama-sama oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pemerintah provinsi NTT, hingga pemerintah kabupaten Manggarai Barat.

Selain meresmikan Bandara Komodo, Jokowi meresmikan penataan Kawasan Marina Labuan Bajo yang terletak di dekat Pantai Pede.

Dia juga meresmikan penataan kawasan di Pulau Rinca dan sistem pengelolaan sampah Warloka.

Di hari kedua, Jumat (22/7), Jokowi juga meresmikan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Wae Mese II.

SPAM Wae Mese II sendiri dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp159 miliar. 

SPAM yang dibangun pada tahun 2020 ini bermanfaat untuk menyediakan kebutuhan air minum masyarakat di Labuan Bajo sebanyak 8.000 sambungan rumah atau setara dengan 40 ribu jiwa.

Tidak lupa, Jokowi mengingatkan agar kebersihan selalu dijaga di kawasan super premium tersebut.

“Jangan membuang sampah sembarangan. Setiap bulan kerja bakti, bersih-bersih, agar kawasan ini terus terpelihara dengan baik dan semakin cantik dari hari ke hari. Karena kita ini masih memiliki pekerjaan membangun jalan, memperlebar jalan agar tujuan akhir dari penataan seluruh kawasan yang ada adalah kesejahteraan masyarakat di NTT, khususnya di Manggarai Barat,” ungkapnya saat meresmikan Penataan Kawasan Marina Labuan Bajo dan Sistem Pengelolaan Sampah Warloka.*

Sumber: CNBC Indonesia, Detik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.