Jadi Tersangka Diduga karena Postingan SM, Ira Ua Ajukan Praperadilan

Humaniora42 Dilihat
Yance dan Ira Ua.

GRAHA BUDAYA Irawaty Astana Dewi alias Ira Ua istri terdakwa Randy Suhardy Badjideh melalui kuasa hukumnya Yance Thobias Mesakh, Rydo Nickylens Manafe, dan Dicky Januar Ndun mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Kelas 1A Kupang.

Pra peradilan tersebut didaftarkan sesuai dengan Nomor 16/Pid.Pra/2022/PN.Kpg.

Pengajuan praperadilan tersebut dilayangkan setelah penyidik Polda NTT menetapkan Ira Ua sebagai tersangka.

Baca juga: Deddy Manafe Ungkap 3 Kemungkinan Peran Ira dalam Kasus Penkase

Penetapan tersangka istri Randy Badjideh tersebut sesuai dengan hasil penyidikan dan dilanjutkan dengan gelar perkara yang memenuhi alat bukti yang cukup. Namun, penyidik belum menahan Ira Ua.

Ira Ua terakhir kali diperiksa pada Senin (25/4) oleh tim penyidik Ditrekrimum Polda NTT. Sejak kasus ini mencuat, Ira dan beberapa saksi lain telah puluhan kali diperiksa oleh penyidik Polda NTT.

Pemeriksaan terakhir terhadap Ira Ua bersamaan dengan munculnya namanya dalam dakwaan Randy yang dirilis Pengadilan Negeri Kupang pada 25 April.

Berkas dakwaan Randy didaftarkan dengan nomor perkara 80/Pid.B/2022/PN Kpg di PN Kupang pada 25 April 2022.

Baca juga: Bukan Hanya Ira, Kejati NTT Pastikan Masih Ada Tersangka Lain

Yance Thobias Mesakh mengatakan bahwa pihaknya memanfaatkan ruang hukum yang ada untuk melakukan upaya hukum karena penetapan tersebut menurutnya belum memiliki bukti permulaan yang cukup.

Merujuk pada aturan yang berlaku, kata dia, yakni surat perintah penyelidikan (Sprindik), seharusnya satu nomor untuk satu laporan polisi, sementara yang ada sekarang terdapat lima sprindik berbeda.

“Kasus Penkase ini sebenarnya hanya satu sprindik, yakni sprindik nomor 473. Lalu kelima sprindik ini sebenarnya tidak tahu mana yang dikenakan kepada klien kami,” katanya di Kupang, dikutip Jumat (29/4).

Baca juga: Sidang Pertama Randy dan Ira akan Digelar pada 11 Mei 2022

Selain kejanggalan administrasi tersebut, pihaknya menilai juga bahwa penetapan tersangka tersebut minim bukti sesuai dengan aturan hukumnya yang ada.

Yance menilai proses penyelidikan dan penyidikan belum membuktikan alat bukti yang cukup karena penetapannya hanya merujuk kepada postingan Santi Mansula alias SM yang merupakan teman Ira Ua.

Sejauh ini, Ira Ua telah diperiksa beberapa kali termasuk dilakukan konfrontir dengan saksi Fitri dan Santi Mansula.

“Konfontir tersebut tidak ada satu kata pun yang menunjukan adanya keterlibatan klien kami. Bahkan tanggal 27 Agustus atau sehari sebelum kejadian, tersangka Randy meminta izin ke Semah,” jelas Yance.

Yance menegaskan bahwa dilihat dari postingan-postingan yang ada, tidak ada yang mengarah pada ancaman dari kliennya kepada korban Astri Manafe.

Dia pun berharap hakim untuk mengabulkan pra peradilan pemohon untuk seluruhnya.

“Kita mohon hakim dapat mengabulkan permohonan pra peradilan kami untuk seluruhnya,” ungkapnya.

Kakak korban Astri Manafe, Jack Manafe, sebelumnya pernah menceritakan bahwa ada inbox dari Ira Ua kepada Astri berupa ancaman karena Astri dianggap telah mengganggu rumah tangganya.

Sementara itu, pakar hukum pidana Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Deddy Manafe mencoba menjelaskan tiga kemungkinan peran Ira Ua dalam kasus pembunuhan Astri dan Lael.

Pertama, Ira bisa jadi merupakan orang yang menyuruh RB untuk membunuh Astri dan Lael. Dalam konteks ini, Ira merupakan actuur intelektualis atau manus domina yang menggunakan RB sebagai actuur operationeel atau manus ministra untuk mewujudkan niatnya (mens rea) untuk membunuh Astri dan Lael.

“Jadi niat untuk membunuh itu datangnya dari IU, RB cuma mewujudkan niat tersebut,” ujar Deddy dikutip Jumat (29/4).

Menurut dia, agar peran ini terpenuhi maka dibutuhkan minimal 2 prasyarat:

1) adanya relasi kuasa yang sedemikian rupa antara IU dengan RB, sehingga dengan relasi kuasa tersebut, IU mampu memaksa RB untuk memenuhi keinginannya itu.

2) Randy harus dalam posisi tidak ada alternatif lain, selain mematuhi kehendak IU untuk membunuh Astri dan Lael.

Kedua, Ira bisa juga sebagai orang yang turut serta melakukan pembunuhan bersama RB terhadap Astri dan Lael.

Perbuatan Ira hanya memenuhi sebagian unsur delik dari pasal yang dikenakan, namun tanpa peran Ira niat untuk membunuh Astri dan Lael tidak akan terlaksana.

Dalam konteks ini, harus ada kerjasama yang erat (het gesammen werking) antara Ira dan RB dalam merencanakan hingga mewujudkan niat mereka.

Ketiga, Ira bisa saja sebagai orang yang menghasut (uitlokker) agar RB membunuh Astri dan Lael. Hasutan ini terkait dengan keberadaan Astri dan Lael yang merugikan kepentingan IU, sehingga harus dibunuh.

“Ketiga alternatif peran tersangka IU ini, akan ditentukan oleh minimal 2 alat bukti yang cukup. Bahwa, mungkin nanti ada tersangka baru lagi, semuanya tergantung peran dan bukti yang ada,” ungkap Deddy.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar

  1. Kalian mo enak2an tutupi sbg sandiwara, maaf netisen son kawal ketat ini kasus sampe smua yg terlibat mulai dri penjemputan astrid lael sampe penguburan mereka . Dan ingat yg curi cctv gereja pankase jga .
    #salm_flobamora