Ira Ua Mengaku Baru Tahu Korban Astri dan Lael Dihabisi Randy pada Oktober 2021

Humaniora5 Dilihat
Randy dan istrinya Ira Ua.

GRAHA BUDAYA Tersangka Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua mengaku baru mengetahui korban Astri Manafe dan Lael Maccabbee dihabisi suaminya, Randy Suhardy Badjideh pada Oktober 2021.

Hal itu disampaikan Ira Ua dalam wawancara eksklusif dengan Katantt.com di Kupang pada Jumat (6/5). Ini merupakan penampilan perdana Ira di hadapan publik setelah dia membisu sejak kasus pembunuhan mengemuka pada akhir Oktober 2021.

Dia menceritakan bahwa informasi mengenai kematian Astri dan Lael disampaikan suaminya Randy pada 8 Oktober 2021.

Baca juga: Tampil Perdana ke Publik, Ira Ua Bantah Hasut Randy Habisi Astri dan Lael

Saat itu, dia sedang mengikuti prajabatan di Hotel Cahaya Bapa Kupang. Kepadanya, Randy mengatakan bahwa Astri yang selama ini menjadi selingkuhannya sudah mati. 

Ketika mendapatkan informasi tersebut, Ira mengatakan dia tidak memberi respon apa-apa. Dia hanya ingin agar suaminya tidak lagi berhubungan dengan Astri.

“Saya tidak mungkin selingkuh juga karena dia sudah mati. Saya cinta kamu dan mau hidup dengan kamu. Saya bunuh orang loh mah bukan pukul orang bukan tipu orang tapi bunuh orang belum cukup ini jadi bukti saya cinta dan mau sama-sama dengan kita?” ujar Ira mengutip perkataan suaminya.

Baca juga: Ira Ua Mengaku Pernah Minta Cerai ke Randy pada Mei 2021

Ira sebelumnya mengetahui suaminya berselingkuh dengan korban Astri dan teman dekatnya, termasuk Santi Mansula alias SM.

Merasa dirugikan, Ira bahkan pernah meminta agar keduanya bercerai. Namun permintaan itu ditolak Randy.

Dengan berbagai cara, Ira berusaha agar suaminya dan korban tidak terjadi komunikasi yang intens. Termasuk dengan menghubungi kakak korban, Jack Manafe untuk menasihati Astri jangan lagi mengganggu kehidupan rumah tangganya.

Namun, kata Ira, korban Astri tetap berupaya menghubungi suaminya, termasuk melalui teman-teman dekatnya.

Baca juga: Polres Kota Kupang Ringkus 5 Pelaku Penganiayaan Wartawan

Adapun, jenazah Astri dan Lael ditemukan oleh pekerja di lokasi penggalian pipa SPAM Kali Dendeng, Penkase-Oeleta, Alak. Ketika ditemukan, jasad keduanya dibungkus menggunakan kantong plastik hitam.

Dari informasi dihimpun, ketika ditemukan jasad kedua korban masih cukup segar dan diduga kedua korban baru beberapa waktu dihabisi oleh Randy atau orang lain.

Sementara, kepada penyidik Polda NTT, Randy mengaku menghabisi korban Astri dan Lael pada 27 Agustus 2021 dan baru menguburkan jenazah keduanya pada 31 Agustus dengan bantuan dua temannya.

Ira mengisahkan, pada 26 Agustus, Randy meminta izin untuk pergi ke Pulau Semau dengan bosnya dan akan pulang besoknya.

Kemudian pada 28 Agustus pagi, dia sedang piket di sekolah hingga siang dan melanjutkan mengerjakan perangkat pembelajaran bersama teman-teman guru di kos temannya di Kelurahan Kayu Putih.

“Saya mempunyai bukti GPS lengkap, di tanggal 28 (Agustus) malam, suami menjemput saya untuk pulang ke rumah kami di Kelurahan Alak. Pada saat itu kami tiba di rumah sudah tengah malam dan langsung beristirahat,” terang ibu satu anak ini.

Kemudian, pada 29 Agustus, Randy pulang kantor dan ke rumah orang tua Ira di Naikolan sekitar pukul 15.00 WITA.

Ira sempat mengecek linimasa di Google Maps handphone Randy dan menemukan di sekitar tanggal 27-28 Agustus Randy berada di Kelurahan Kelapa Lima dengan durasi yang cukup lama. Ira pun menduga suaminya sudah berbohong kepadanya.

“Saya yang tahu rumah korban berada di wilayah Kelurahan Kelapa Lima langsung berpikir bahwa suami saya telah berbohong kepada saya untuk pergi berselingkuh dengan korban,” urainya.

Ira kemudian memanggil Randy dan meminta menjelaskan alasan mengapa dia pamit pergi ke Pulau Semau, tetapi catatan di Google Maps mengatakan bahwa dia berada di Kelurahan Kelapa Lima, yang diduga merupakan tempat tinggal korban.

“Suami saya berkata bahwa seharusnya saya mempercayai dia bukan mempercayai aplikasi bodoh seperti Google Maps. Namun pada saat saya berkata bahwa Google Maps tidak pernah salah dan lebih baik jujur saja atau saya kasih tahu keluarga bahwa kamu berselingkuh, dia langsung marah dan mengatakan kamu mau kasih tahu silahkan, terserah, saya sedang capek, suka-suka kamu saja, saya mau pergi dari sini,” ungkap Ira.

Setelah itu, Randy pun pergi dari rumah orang tua Ira di Naikolan. Ira kemudian membuntuti Randy dari belakang, dengan pergi ke rumah mereka di Alak. Namun di sana dia tidak menemui suaminya.

Dia terus berusaha mencari Randy namun tidak berhasil didapatkannya. Dia juga berusaha menelpon Randy tetapi HP suaminya tidak aktif hingga malam hari. Dia kemudian menelpon beberapa teman Randy tetapi mereka juga tidak mengetahuinya.

Dia meminta bantuan teman di kantor Randy untuk mencarinya hingga malam hari. 

Sekitar pukul 21.00 WITA, Ira dan temannya memutuskan untuk pulang ke rumah di kelurahan Naikolan. Dalam perjalanan, ada notifikasi SMS masuk ke HP-nya yang menyatakan SMS-nya sudah terkirim.

Dia kemudian menelpon suaminya. Namun Randy menolak hingga istrinya berjanji tidak lagi menuduhnya selingkuh dan membuka blokir kontak dan mencari tahu Astri lagi.

Ira pun bergegas pergi ke rumah mereka di Alak. Kemudian Randy datang. Dia sempat menanyakan kepada suaminya dari mana saja tetapi Randy menjawab singkat: dari jauh. Karena tidak ingin bertengkar, Ira memutuskan untuk tidur malam.

Kemudian pada 30 Agustus, Randy minta tidur di rumah mereka di Alak. 

Keesokan harinya, Ira ditelepon oleh rekannya Sonia yang mengatakan bahwa Astri pergi dari rumah mereka beberapa hari lalu dijemput pria dengan mobil.

“Apa mungkin suami saya yang memakai mobil dan menjemput korban? Saya menjawab dengan tidak mungkin karena saya yang memakai mobil dan pada saat itu suami sedang bekerja. Setelah itu saya berpikir bahwa tidak ada sesuatu yang mencurigakan pada suami,” ucap Ira.

Sebulan kemudian, Ira mendapat lagi informasi dari Sonia bahwa korban dan anaknya belum pulang ke rumah dan ada kemungkinan korban dan Randy menyewa kamar kos seperti yang biasa mereka lakukan selama berselingkuh atau bisa juga keluarga suaminya yang menyembunyikan korban dan anaknya Lael.

Kepada Ira, Sonia mengatakan kalau biasanya Astri lari dari rumah pasti menyewa kos sehingga bisa bertemu dengan Randy.

Baru kemudian pada 8 Oktober, Ira mengaku mengetahui informasi dari suaminya bahwa korban Astri dan Lael telah dihabisi.*

Sumber: Digtara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.