Ira Ua Dijerat Tambahan Pasal 221 KUHP, Dugaan Pelaku Lain Makin Jelas

Humaniora, Kriminal19 Dilihat
Tersangka Ira Ua istri Randy.

GRAHA BUDAYA — Tersangka kedua dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang Astri Manafe dan Lael Maccabbee, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua dijerat tambahan Pasal 221 KUHP oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT belum lama ini.

Pasal 221 ayat (1) KUHP secara khusus menjelaskan tentang perbuatan seseorang yang menyembunyikan, menolong untuk menghindarkan diri dari penyidikan atau penahanan, serta menghalangi atau mempersulit penyidikan atau penuntutan terhadap orang yang melakukan kejahatan.

Sebelumnya, Ira Ua sudah dijerat Pasal 55 KUHP karena diduga turut serta dalam peristiwa pembunuhan Astri dan Lael pada Agustus 2021.

Baca juga: Aliansi Pemuda NTT Jakarta Minta Pembunuh Astri dan Lael Dihukum Mati

Menanggapi penetapan pasal tersebut, Anggota TPFI Buang Sine yang selama ini dikenal sangat progresif mengawal kasus ini menilai bahwa Kejati NTT tidak secara semena-mena menjerat tersangka.

Menurut dia, ada penilaian tersendiri dari pihak kejaksaan yang menduga adanya upaya yang dilakukan Ira Ua untuk menyembunyikan keterlibatan pelaku lain dalam perkara Penkase.

“Dulu pada berkas perkara Randy ada penambahan  Pasal 55 dan IU ditetapkan jadi tersangka. Sekarang dalam berkas perkara IU ada penambahan Pasal 221, berarti ada pelaku lain yang siap jadi tersangka untuk berkas perkara KETIGA. Tidak mungkin JPU meminta penyidik menambah pasal 221 tanpa ada yang jadi tersangka untuk pasal itu, bukan?” katanya melalui akun Facebooknya, Jumat (15/7).

Baca juga: Sidang Tuntutan Randy Ditunda ke 18 Juli, BS Sebut Ada Fakta Baru yang Lebih ‘Horor’

Mantan penyidik pada Polda NTT yang memilih pensiun dini menegaskan bahwa penetapan pasal tersebut membenarkan hasil temuan TPFI bahwa ada pelaku lain dalam perkara Astri dan Lael. Terutama pelaku yang menghabisi nyawa kedua korban.

“Ketika pasal 221 KUHP diterapkan juga terhadap tersangka IU maka BS jadi teringat kembali inbox orang yang mau disewa untuk bunuh Randy. Ternyata inbox orang yang disewa mau bunuh Randy ini cocok dengan pasal 221 KUHP,” tukasnya.

Dia menambahkan bahwa penetapan pasal ini juga sesuai dengan fakta-fakta persidangan yang menemukan adanya mobil Avanza tetapi sejauh ini belum tahu siapa yang mengemudi mobil tersebut.

“Pasal 221 KUHP ditambahkan kepada tersangka IU untuk menciduk crew dalam mobil Avanza yang penuh debu dan tanah putih,” paparnya.

Baca juga: Satpam Bank NTT Ditemukan Meninggal Dunia di Kantor, Penyebab Masih Diselidiki

Asal tahu saja, mobil Avanza warna hitam tersebut merupakan kepunyaan Ira Ua, istri terdakwa Randy Badjideh. Mobil tersebut terungkap ketika ada saksi Ferry Taunus mengatakan dia mencuci mobil Avanza sewaktu diminta Randy pada 28 Agustus.

Sementara, mobil yang digunakan Randy dalam melancarkan aksi bejatnya adalah mobil Rush yang disewanya dari sebuah rental mobil. Mobil Rush tersebut merupakan milik sepupunya, Fitri Ibrahim yang dititipkan di rental mobil milik Samuel.

Dalam persidangan, Randy sendiri mengakui bahwa sejak Mei-Agustus 2021 dia tidak pernah menggunakan mobil Anvaza milik istrinya.

Hal itu bertentangan dengan kesaksian Ferry Taunus yang merupakan rekan kerjanya di Kantor BPK.

Ketika publik masih bertanya-tanya mengenai siapa yang berada di mobil Avanza tersebut, pihak Pengadilan Negeri Kupang menutup pemeriksaan saksi-saksi dan mengagendakan pembacaan tuntutan terhadap Randy pada 13 Juli, yang kemudian ditunda ke 18 Juli 2022 pekan depan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.