Ira Ditahan, PH Korban: Perbuatan IU Kejahatan Berat

Adhitya Nasution.

GRAHA BDUAYA — Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua akhirnya ditahan penyidik ​​Polda NTT pada Rabu (25/5) malam. Penasihat hukum korban menanggapi kabar penahanan Ira Ua tersebut.

Aditya Nasution, ketua tim PH korban Astri Manafe dan Lael Maccabbee mengatakan penahanan yang dilakukan penyidik merupakan langkah yang tepat. Pihaknya sangat mendukung penyidik dalam menangani tersangka.

Menurut dia, Ira Ua sudah sepantasnya ditahan karena perbuatan yang dilakukan merupakan kejahatan berat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada penyidik ​​​​Polda NTT bersama jajaran. Apa yang dilakukan adalah langkah yang sangat tepat dengan menjalankan amanat UUD yang dimana kita lihat ancaman hukuman dan perbuatan yang dilakukan termasuk dalam kejahatan berat,” katanya dikutip Pos Kupang, Rabu (25/5).

Baca juga: Bayu Sebut IU Sering ‘Kepo’ Hubungan Astri dan RB Lewat Sonia Sepupu Baron

Dia menilai bahwa jika tidak ditahan maka tersangka bisa saja berkeliaran. Yang paling ditakuti adalah tersangka menghilangkan atau merusak barang bukti.

Kemarin, istri terdakwa Randy Suhardy Badjideh tersebut ditahan berdasarkan Surat Perintah Penangkapan Nomor: SP-Kap/13/V/2022/ Ditreskrimum Polda NTT pada Rabu (25/5).

Kabid Humas Polda NTT AKBP Arya Sandi mengatakan bahwa penahanan terhadap Ira Ua resmi dilakukan setelah penyidik ​​​​melakukan pemeriksaan maraton sejak 24 Mei lalu pasca praperadilan Ira Ua ditolak Pengadilan Negeri Kupang, 19 Mei 2022.

Baca juga: Bantah Ayah Korban, Randy Sebut Biayai Kelahiran Lael

Sejak Selasa, 24 Mei, Ira Ua menjalani beberapa kali pemeriksaan intens. Pemeriksaan terakhir dilakukan mulai Rabu sore pukul 17.00 WITA hingga Kamis dini hari. Pukul 21.00 WITA, tersangka pembunuhan Astri dan Lael ditahan.

Selama pemeriksaan, penyidik ​​​​​​menduga Ira Ua telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud pasal 340 KUHPidana Subs pasal 338 KUHPidana Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 2 KUHPidana Jo Pasal 80 Ayat (3) dan (4) Jo Pasal 76 C UU No .35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 221 ayat (1) KUHPidana.

Baca Juga: Ira Ua Ditahan, Jack Manafe Sebut Mulai Hari Ini 2 Kubu Lawan 1 Kubu 

Pasal 340 KUHP menyatakan bahwa “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun”.

Sementara, Pasal 338 KUHP mengatur tentang pembunuhan biasa yang tidak direncanakan dan tidak disertai pidan lain ancamannya maksimal 15 tahun penjara.

Selanjutnya, UU Perlindungan Anak mengatur tentang ancaman hukuman bagi siapapun yang melakukan kekerasan atau penganiayaan terhadap anak. Tak tanggung-tanggung, ancaman hukumannya lima tahun penjara dan denda Rp100 juta.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.