Ini Perbedaan Keterangan Ira dan RB Soal Kejadian Tanggal 27-28 Agustus

GRAHA BUDAYAKasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang Astri Manafe dan Lael Maccabbee kini sudah memasuki tahap persidangan. Sidang perdana telah digelar pada 11 Mei 2022.

Di tengah jalannya persidangan tersebut, istri terdakwa Randy Badjideh yang kini sudah ditetapkan menjadi tersangka beberapa kali tampil di media memberikan keterangan mengenai kasus pembunuhan Astri dan Lael.

Dari kutipan video yang diunggah beberapa akun Facebook di media sosial, tampak ada perbedaan keterangan yang diberikan Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua.

Baca juga: Ini Perbedaan Versi Isi Chat Ira ke Jack Manafe

Perbedaan itu membuat publik menduga bahwa apa yang disampaikan oleh ibu satu anak tersebut tidak konsisten dan belum tentu benar sepenuhnya.

Ditemukan pula adanya perbedaan keterangan antara Ira Ua dengan suaminya. Perbedaan yang paling disoroti adalah kejadian pada tanggal 27-28 Agustus 2021 yang menjadi momen krusial yang diduga menjadi waktu pembunuhan Astri dan Lael.

Randy dalam pemeriksaan yang telah dituangkan dalam BAP mengatakan dia menghabisi kedua korban pada 28 Agustus pagi sekitar pukul 09.00 WITA, lalu menguburkannya pada 31 Agustus 2021. Randy menjemput kedua korban pada 27 Agustus di rumahnya di Alak.

Baca juga: Ini Pernyataan Ira Ua yang Membuatnya Jadi Tersangka

Selama beberapa hari, mayat kedua korban disimpannya di dalam mobil yang kemudian diparkir di Kantor BPK Kupang. Sambil mencari akal, Randy menghubungi beberapa temannya untuk menguburkan jenazah.

Saat itu, Randy menggunakan mobil Rush hitam yang disewanya dari temannya.

Keterangan yang diberikan Randy tersebut berbeda dengan Ira. Dalam beberapa wawancara dengan media terakhir ini, Ira pertama-tama mengatakan bahwa pada tanggal 26 Agustus, Randy meminta izin untuk pergi ke Pulau Semau dengan bosnya dan akan pulang besoknya tanggal 27.

Kemudian pada 28 Agustus pagi, dia sedang piket di sekolah hingga siang dan melanjutkan mengerjakan perangkat pembelajaran bersama teman-teman guru di kos temannya di Kelurahan Kayu Putih.

“Saya mempunyai bukti GPS lengkap, di tanggal 28 (Agustus) malam, suami menjemput saya untuk pulang ke rumah kami di Kelurahan Alak. Pada saat itu kami tiba di rumah sudah tengah malam dan langsung beristirahat,” terang ibu satu anak ini.

Baca juga: Terungkap Alasan Ira Ua Tidak Ditahan: Kooperatif, PNS dan IRT

Kemudian, pada 29 Agustus, Randy pulang kantor dan ke rumah orang tua Ira di Naikolan sekitar pukul 15.00 WITA.

Ira sempat mengecek linimasa di Google Maps handphone Randy dan menemukan di sekitar tanggal 27-28 Agustus Randy berada di Kelurahan Kelapa Lima dengan durasi yang cukup lama. Ira pun menduga suaminya sudah berbohong kepadanya.

“Saya yang tahu rumah korban berada di wilayah Kelurahan Kelapa Lima langsung berpikir bahwa suami saya telah berbohong kepada saya untuk pergi berselingkuh dengan korban (Astri),” urainya.

Ira kemudian memanggil Randy dan meminta menjelaskan alasan mengapa dia pamit pergi ke Pulau Semau, tetapi catatan di Google Maps mengatakan bahwa dia berada di Kelurahan Kelapa Lima, yang diduga merupakan tempat tinggal korban.

“Suami saya berkata bahwa seharusnya saya mempercayai dia bukan mempercayai aplikasi bodoh seperti Google Maps. Namun pada saat saya berkata bahwa Google Maps tidak pernah salah dan lebih baik jujur saja atau saya kasih tahu keluarga bahwa kamu berselingkuh, dia langsung marah dan mengatakan kamu mau kasih tahu silahkan, terserah, saya sedang capek, suka-suka kamu saja, saya mau pergi dari sini,” ungkap Ira.

Baca juga: Polda NTT: Keterangan 58 Saksi Jadi Dasar Penetapan Tersangka Ira Ua

Setelah itu, Randy pun pergi dari rumah orang tua Ira di Naikolan. Ira kemudian membuntuti Randy dari belakang, dengan pergi ke rumah mereka di Alak. Namun di sana dia tidak menemui suaminya.

Dia terus berusaha mencari Randy namun tidak berhasil didapatkannya. Dia juga berusaha menelpon Randy tetapi HP suaminya tidak aktif hingga malam hari. Dia kemudian menelpon beberapa teman Randy tetapi mereka juga tidak mengetahuinya.

Dia meminta bantuan teman di kantor Randy untuk mencarinya hingga malam hari. 

Sekitar pukul 21.00 WITA, Ira dan temannya memutuskan untuk pulang ke rumah di kelurahan Naikolan. Dalam perjalanan, ada notifikasi SMS masuk ke HP-nya yang menyatakan SMS-nya sudah terkirim.

Dia kemudian menelpon suaminya. Namun Randy menolak hingga istrinya berjanji tidak lagi menuduhnya selingkuh dan membuka blokir kontak dan mencari tahu Astri.

Ira pun bergegas pergi ke rumah mereka di Alak. Kemudian Randy datang. Dia sempat menanyakan kepada suaminya dari mana saja tetapi Randy menjawab singkat: dari jauh. Karena tidak ingin bertengkar, Ira memutuskan untuk tidur malam.

Kemudian pada 30 Agustus, Randy minta tidur di rumah mereka di Alak.

Dalam wawancara dengan sebuah media di Kupang yang kedua kalinya, Ira Ua mengatakan bahwa dia sudah mengetahui bahwa suaminya sudah pulang dari Semau dan sudah masuk kantor. Artinya pada 28 Agustus Randy berada di kantor.

Keterangan ini berbeda dengan pengakuan Randy yang mengatakan bahwa dia menghabisi korban pada 28 Agustus pagi. Sejak 27 Agustus, Randy tidak pulang.

Buang Sine mempertanyakan keterangan yang diberikan oleh Ira dan Randy. Mana yang benar dan dapat dipercaya.

“Bagaimana dalam waktu bersamaan RB ke kantor tgl 28 sekaligus bunuh korban?Apakah pada tanggal 28 Agustus pagi itu Ibu IU yang mengantar RB ke kantor dengan mobil seperti yang dilakukan pada tanggal 29 di hari Minggu? Padahal hari libur?” tanyanya di akun Facebooknya, Senin (16/5).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.