Indra Kenz akan Diperiksa terkait Trading Binomo pada 18 Februari

Humaniora6 Dilihat


JAKARTA (GRAHA BUDAYA) — Crazy Rich asal Medan yakni Indra Kenz akan diperiksa polisi pada hari Jumat, 18 Februari 2022 mengenai aplikasi trading Binomo. 

Hal ini disampaikan oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri, Selasa (15/2).

Dalam pemeriksaan ini Indra Kenz akan dimintai keterangan selaku terlapor atas kasus dugaan penipuan investasi sistem trading binary option melalui aplikasi Binomo.

Baca juga: Pencuri Sapi di Oebelo-Kupang Ditembak Polisi

“Penyidik akan mengundang saudara IK pada tanggal 18 Februari 2022 pukul 10.00 WIB,” ujar Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, Karo Penmas Divisi Humas Polri.

Ramadhan berharap, Indra Kenz dapat memenuhi panggilan pemeriksaan tersebut. Sebab, penyidik baru akan melakukan gelar perkara setelah pemeriksaan terhadap Indra Kenz rampung.

“Melakukan gelar perkara hasil lidik, apakah ada unsur tindak pidana atau tidak, jika ada unsur pidana maka akan dinaikkan ke tingkat penyidikan,” tukasnya lagi.

Sebelumnya, kasus dugaan penipuan investasi melalui aplikasi Binomo ini dilaporkan oleh delapan korban ke Bareskrim Polri pada Kamis (3/2) dan teregister dengan nomor LP/B/0058/II/2022/SPKT/Bareskrim Polri.

Indra Kenz diduga melanggar ketentuan dalam Pasal 45 ayat 2 Jo Pasal 27 ayat 2 dan atau Pasal 45A ayat 1 Undang-Undang Transaksi Elektronik (UU ITE) tentang Perjudian Online, Pasal 28 ayat 1 UU ITE tentang Berita Bohong yang Merugikan Konsumen, dan Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 3, 5, dan 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dalam kasus ini, penyidik telah memeriksa delapan orang pelapor yang turut menjadi korban, termasuk Maru Nazara. Para korban disebut mengalami kerugian sebesar Rp3,8 miliar.*

Sumber: PMJ News.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.