Gawat! Koneksi WiFi Buang Sine Dikendalikan OTK dari 4 Pulau Berbeda

Koneksi WiFi BS disabotase.

GRAHA BUDAYA — Kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbee sampai saat ini masih bergulir. Sidang masih berlanjut dan terngkap sejumlah kejanggalan baru.

Di tengah proses persidangan yang masih berlangsung di Pengadilan Negeri Kupang sejak 11 Mei 2022 lalu, Buang Sine, anggota TPFI dan mantan penyidik di Polda NTT mengatakan bahwa saat ini koneksi jaringan WiFi-nya sedang dikendalikan oleh orang tak dikenal (OTK).

Dalam unggahannya di akun Facebooknya, Buang Sine mengatakan bahwa sejak beberapa hari terakhir, ada orang yang berusaha memantau pergerakannya dalam mengawal kasus Penkase.

Baca juga: Randy Merasa Bersalah dan Menyesal Atas Kematian Astri dan Lael

OTK tersebut diketahui berada di tiga titik yang berbeda selama tiga hari terakhir. Pada hari pertama, koneksi WiFi-nya dikendalikan dari Ruteng, kemudian hari kedua dari Bali dan kemarin dikendalikan dari Embong Kaliasin, Jawa Timur.

Mantan penyidik yang juga merupakan penulis buku ini mengatakan bahwa tidak mudah baginya untuk mengawal kasus pembunuhan Penkase.

Tidak saja diserang dan dicaci maki oleh lawan-lawannya, tetapi secara digital, HP-nya kini sudah disabotase oleh pihak yang tak bertanggung jawab.

“Apakah BS begitu penting sehingga menjadi target pemantauan oknum-oknum yang mengendalikan koneksi WiFi BS. Koneksi WiFi BS saat ini dikendalikan dari Embong Kaliasin, Jawa Timur. Kemarin dikendalikan dari Bali. Sebelumnya dikendalikan dari Ruteng. Apakah mereka mengira BS agen Mossad yang dipantau intensif? BS jadi bingung sendiri. Seharusnya perangkat canggih anda itu digunakan untuk mengungkap kejahatan bukan untuk sabotase HP orang dan memantau HP pencari keadilan,” katanya Rabu (22/6).

Baca juga: Berkas IU Belum Lengkap, Kejati NTT akan Beri Peringatan kepada Polda NTT

Setelah tiga kejadian pertama, koneksi WiFi BS kembali dikendalikan OTK dari dua tempat berbeda pada Kamis (23/6) kemarin. Paginya dikendalikan dari Mataram sedangkan sorenya dari Bali.

“Pergerakan orang ini terpantau BS,” tukasnya.

Buang Sine sejak penemuan jasad Astri dan Lael, adalah orang yang turut berperan besar dalam mengawal dan mengadvokasi kasus Penkase.

Karena pendiriannya mengungkap kasus Penkase, dia bahkan dibenci oknum polisi di Polda NTT, bahkan pernah dipolisikan akhir tahun lalu.

Baca juga: Bukan September, Buang Sine Sebut RB dan IU ke Grapari Matikan HP pada November 2021

Rudy Soik, yang kini ditunjuk menjadi Kapolsek Biboki Utara, TTU, adalah anggota polisi yang tidak suka dengan keterlibatan Buang Sine dalam mengawal dan membantu mengungkap kasus Penkase. Tidak diketahui apa penyebabnya padahal Rudy Soik adalah seorang polisi yang seharusnya membantu mengungkap kasus ini.

Selain Rudy Soik, beberapa oknum polisi seperti Hery Nts dan Pance Sopacua, adalah daftar anggota polisi yang aktif menangkal, melakukan kontra-narasi dan menyerang warganet yang berusaha mencari keadilan dari kasus Penkase.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.