Dituntut Hukuman Mati, Randy Badjideh Serahkan Sepenuhnya ke PH-nya

Humaniora, Kriminal11 Dilihat
Terdakwa Randy Badjideh.

GRAHA BUDAYA— Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman mati kepada terdakwa Randy Badjideh atas kasus kematian ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabee, pada Senin (18/7) di Pengadilan Negeri Kupang. 

Dalam sidang, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Randi Badjideh dengan tuntutan hukuman mati. Hal tersebut dibacakan secara bergantian oleh JPU Kejari Kota Kupang Herry C Franklin dan Siska Marpaun di PN Kupang.

Menurut jaksa, Randy dituntut Hukuman Mati karena berdasarkan temuan persidangan bahwa motif pembunuhan masuk dalam kategori pembunuhan berencana karena sengaja menghilangkan nyawa kedua korban.

Baca Juga: Randy Dituntut Hukuman Mati karena Terbukti Lakukan Pembunuhan Berencana terhadap Astri dan Lael

“Perbuatan terdakwa sangat sadis dan dengan sengaja menghilangkan nyawa Astri dan Lael,” ungkap JPU. 

Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Hakim Wari Juniati memberikan kesempatan kepada terdakwa, Randy Badjideh untuk menyampaikan pembelaan atau diserahkan kepada penasihat hukum.

“Bagaimana terdakwa pembelaan akan disampaikan atau diserahkan ke penasihat hukum,” tanya Wari Juniati.

Menjawabi pertanyaan ketua majelis hakim, terdakwa serahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum.

Baca Juga: Tangis Pecah Saat Jenazah 2 Kakak-Beradik Korban KKB Asal Bajawa Tiba di Rumah Duka

“Yang mulia hakim, saya serahkan sepenuhnya di penasihat hukum,” ucap terdakwa.

Wari Juniarti, memberikan waktu selama 2 minggu kepada penasihat hukum untuk menyiapkan pledoi atau pembelaan setelah salah satu penasihat hukum terdakwa yaitu Beny Taopan meminta waktu kepada hakim untuk memberikan waktu yang sama seperti JPU.

“Baik untuk itu kita berikan waktu 2 minggu ke depan untuk agenda pembacaan pledoi atau pembelaan untuk terdakwa,” ungkapnya.

Baca Juga: Ira Ua Dijerat Tambahan Pasal 221 KUHP, Dugaan Pelaku Lain Makin Jelas

Dengan penetapan waktu tersebut, sidang kembali diskors hingga Senin, 1 Agustus 2022 dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan dari penasihat hukum terdakwa Randi Badjideh terhadap tuntutan hukuman mati dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.