Dikeroyok Saat Pesta Nikah, Oknum Brimob di Belu Tikam Seorang Pemuda

Korban mengalami luka parah akibat penikaman.

Humaniora, Kriminal58 Dilihat

GRAHA BUDAYA — Seorang oknum Brimob di Atambua, Kabupaten Belu menikam seorang yang diketahui petugas kebersihan RSUD Atambua hingga terluka parah.

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (30/7) sekitar pukul 03:30 WITA saat berlangsung pesta nikah yang digelar di Halifehan, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua.

Pelaku atas nama Irenius Valentino Wellu alias Tino Wellu (26) yang merupakan anggota Brimob yang tinggal di Wekatimun, Kelurahan Umanen, Kecamatan Atambua Barat, menikam Frederikus Yoseph Siku (24) saat terjadi keributan di acara pesta nikah di daerah Halifehan.

Baca juga: Hendak Mengajar di Maunori-Nagekeo, Gadis Asal Ende Tewas Terlindas Mobil Tangki di Nangaba

Korban adalah warga Halifehan, Kelurahan Tenukiik, Kecamatan Kota Atambua. Saat ini keluarga korban sudah melaporkan kasus tersebut kepada Polres Belu.

Kepala Kepolisian Resor Belu, Ajun Komisaris Besar Polisi Yoseph Krisbianto mengatakan pihaknya sudah menerima laporan korban. Namun di saat yang sama, Polres Belu juga menerima laporan dari pelaku karena diduga terjadi pengeroyokan yang menyebabkan penikaman itu.

Disebutkan bahwa korban ditikam sebanyak empat kali di wajah, leher dan punggung serta lengan. Sedangkan laporan kedua oleh Tino Wellu yang, mengaku dikeroyok dua orang warga yakni Priyogi Rahim dan Riki Da Silva.

Baca juga: Gadis Asal Ende yang Tewas Terlindas Mobil Tangki Pertamina Ternyata Baru Wisuda Juni 2022

Yoseph menjelaskan, kasus itu terjadi saat acara pesta nikah berlangsung. Saat itu, terjadi Keributan di dalam tenda pesta. Anggota Brimib Tino Wellu sempat dilempari kursi oleh orang yang tidak dikenal.

Karena dilempar, Tino pun marah dan berontak. Tetapi Tino dipeluk oleh temannya bernama Luky Nikodemus Kehi (20) dan mengajaknya untuk pergi.

Namun, ketika akan pergi terlapor Priyogi Rahim alias Roi beradu mulut dengan Tino. Roi bahkan menendang Luky dan memukul dada Tino. Peristiwa ini lalu dileraikan. Kemudian datanglah korban Edi Siku bersama beberapa orang memeluk Tino.

“Saat itu korban Tino berontak dan tangannya mengenai korban Edi,” ujar Yoseph.

Baca juga: Sedih! Gadis Asal Wolojita di Ende Tewas Terlindas Mobil Tangki Pertamina

Tidak terima, Edi lalu mengambil batu yang ada di pinggir jalan dan langsung memukul sebanyak satu kali di bagian dahi Tino. Selanjutnya, terlapor Riki Da Silva langsung menendang  dan memukul Tino di punggung dan tengkuk.

Tino tidak terima, kemudian mengejar Edi dan menganiayanya dengan cara memukul dan menendang. Edi pun terluka. Peristiwa perkelahian ini kemudian dilerai beberapa warga yang masih ada di lokasi pesta.

Setelah dilerai, Edi yang masih marah balik memukul Tino, sehingga Tino yang saat itu memegang pisau menusuknya sebanyak empat kali. Edi yang terluka parah, lalu dilarikan ke RSUD Atambua, untuk menjalani perawatan medis.

Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk dua korban dan terduga pelaku.

“Para korban juga menjalani visum dan diperiksa penyidik Satreskrim Polres Belu,” kata Yoseph.

Baca juga: Uskup Emeritus Hubert Leteng Tutup Usia di Bandung

Kapolda NTT Irjen Setyo Budiyanto, mengaku sudah mendapat laporan kasus penganiayaan itu.

“Kasus itu sudah dilaporkan kemarin dan sedang ditangani oleh Polres Belu,” kata Setyo.

Setyo pun dengan tegas, akan menindak anggotanya yang terlibat kasus pelanggaran hukum. Pihaknya akan memroses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain diproses hukum, Polda NTT juga akan menerapkan sanksi disiplin bagi anggota yang terbukti bersalah.

Saat ini, anggota Polres Belu yang memproses kasus ini masih menunggu korban yang dirawat di rumah sakit, untuk dimintai keterangannya sebagai saksi dan korban.

Baca juga: Mantan Bupati Ngada dan Nagekeo Nani Aoh Tutup Usia

Ayah kandung Frederikus, Denny Siku, mengaku anaknya sudah dalam kondisi stabil namun masih pusing.

“Kondisi anak kami sekarang sudah agak stabil. Cuma masih sedikit pusing karena belum bisa makan. Sementara dibantu dengan infus,” ujar Denny.

Denny pun sudah menyerahkan semua persoalan itu kepada kepoliian setempat untuk diproses hukum. Dia berharap, kasus itu segera ditindaklanjuti hingga tuntas.*

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.