Digelar Oktober 2022, Pesparani di NTT Kekurangan Dana Rp2 Miliar

Paduan suara di acara Pesparani.

GRAHA BUDAYA — Perhelatan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik Nasional ke-2 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan total dana sekitar Rp5 miliar.

Namun hingga saat ini, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Provinsi NTT baru mendapatkan dana sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut merupakan alokasi anggaran dari Pos APBD I sebesar Rp 3 miliar dari total yang diajukan senilai Rp5 miliar.

Dalam audiensi dengan Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr, di Istana Keuskupan Agung Kupang, 20 Juni lalu, ketua LP3KD Provinsi NTT, Fransiskus Salem mengatakan pihaknya kini harus memutar otak untuk mencari dana tambahan Rp2 miliar yang tidak disetujui oleh Pemprov NTT.

Baca juga: Mobil Rush 2 Kali Bergerak Sendiri, Pakar Hukum: Sopirnya Bukan Ira Ua Tapi Diduga Orang Ini

Dia mericinci, total dana Rp5 miliar terdiri dari anggaran untuk penyelenggaraan Pesparani Nasional sebesar Rp3 miliar dan Rp 2 miliar untuk penyelengaraan Pesparani tingkat Provinsi NTT termasuk membiayai kesiapan kontingen NTT untuk nantinya tampil di ajang Pesparani tingkat nasional.

“Rencananya Pesparani tingkat provinsi akan digelar pada September 2022, sedangkan tingkat nasional di bulan (28) Oktober 2022,” kata Frans.

Dia mengatakan dari dana yang kurang, Uskup Agung Kupang sudah menyatakan siap memberikan dukungan kepada panitia dengan menyiapkan anggaran senilai Rp300juta.

“Yang masih menjadi kandala saat ini, butuh tambahan anggaran sebanyak Rp2 miliar yang harus dicari panitia, untuk menyukseskan pagelaran event Pesparani,” tukasnya.

Baca juga: Wakili Keluarga Korban, Mex Sinlae Siap Hadapi Laporan 50 Pengacara Pihak PH RB

Uskup Petrus Turang pun mendorong panitia untuk giat bekerja mensuksekan Pesparani tingkat Provinsi maupun nasional, dengan mencari sumber lain yang resmi, terutama dukungan dari Umat Katolik Keuskupan Agung Kupang.

“Saya dukung Rp 300 juta, tapi kalian juga harus kerja. Kalau kalian dapat 300 juta saya juga Rp 300 juta. Tapi kalau kalian dapat dibawah itu, maka saya juga akan turunkan angka ini. Namun apabila kalian dapatkan diatas itu maka saya juga akan tambahkan angka yang sama,” ujar Mgr. Petrus.

Pihaknya menghimbau, seluruh Pastor Paroki di wilayah Keuskupan Agung Kupang, para pastor, pengurus DPP dan DPS serta umat untuk bahu membahu, berkontribusi memberi dari kekurangan untuk mendukung kegiatan Pesparani ini.

BAca juga: Jack Manafe Sebut Keluarga Punya Bukti untuk Patahkan Keterangan Saksi Ahli IT

Dalam event Pesparani propinsi NTT tahun 2022 ada 13 mata lomba yang akan dilombakan baik untuk kategori lomba Paduan Suara, lomba Mazmur Tanggapan dan lomba Tutur Kitab Suci.

Venue Pesparani baik tingkat Provinsi NTT maupun Nasional di Kupang, Uskup Petrus mengatakan akan menggunakan Aula Kampus Universitas Katolik Widya Mandira di Penfui Kupang, Aula Paroki Santa Maria Assumpta Kota Baru Kupang, serta Gereja dan Aula Paroki Santu Yosef Naikoten. Beberapa alternatif yakni Aula El Tari dan Aula Rumah jabatan Gubernur NTT.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.