Buang Sine: Orang yang Pernah Meminta GPS Mobil Rush ke Fitri Ibrahim Perlu Didalami

Humaniora, Kriminal11 Dilihat
Rekonstruksi Randy.

GRAHA BUDAYA — Mantan penyidik Polda NTT yang kini ikut mengawal kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabee meminta penyidik Polda NTT mendalami keterangan orang yang meminta GPS mobil Rush kepada pemilk mobil tersebut.

Adapun pemilik mobil Rush tersebut adalah Fitri Ibrahim yang merupakan sepupu Randy Badjideh yang kini menjadi terdakwa kasus Penkase.

Buang Sine menilai bahwa keterangan orang tersebut perlu diselidiki karena terkait dengan kepentingan apa orang tersebut meminta GPS mobil Rush.

“Untuk penyidik tersangka IU, tolong didalami orang yang datang ke pemilik mobil Rsuh dan meminta GPS mobil Rush itu. Apa maksud orang itu meminta GPS mobil Rush,” tulisnya di akun Facebooknya di Grup Flobamorata Tabongkar dikutip Kamis (7/7).

Baca juga: Saksi Fitri Sepupu Randy Beberkan Perjalanan Mobil Rush: Tidak Sesuai BAP Randy

Adapun pada sidang di Pengadilan Negeri Kupang pada Rabu (8/6) lalu, saksi Fitri Ibrahim dalam keterangannya mengatakan ada orang yang meminta agar GPS mobil tersebut untuk diberikan kepada mereka. Namun dia dengan tegas menolaknya.

Dalam sidang itu, dia membeberkan perjalanan mobil Rush yang dipakai terdakwa Randy saat hari naas ketika dia menghabisi nyawa kedua korban.

Fitri adalah pemilik mobil Rush warna hitam tersebut. Mobil tersebut dia titipkan di tempat rental mobil 111 milik Semuel Lakatompesy. Fitri memiliki hubungan keluarga dengan Randy yaitu sepupu.

Dalam keterangannya dia mengatakan bahwa GPS mobil Rush tidak semuanya tertuang atau tidak sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) Randy.

Baca juga: 2 Tewas, Begini Kronologi Bentrokan Berdarah antara Kelompok NTT dan Maluku di Jogyakarta

Belum diketahui dengan rinci perjalanan mobil Rush sebagaimana rekaman GPS tersebut. Namun Fitri memastikan bahwa GPS mobil Rush berbeda dengan yang ada di BAP Randy. Misalnya, terkait beberapa titik persinggahan yang tidak ada dalam BAP Randy.

Ketika berkas perkara Ira Ua istri Randy kembali dilimpahkan kepada penyidik beberapa hari lalu, Buang Sine pun meminta penyidik agar bisa mendalami keterangan antara dua orang yang terkait dengan peristiwa pencucian mobil Avanza.

“Kedua, didalami pula adanya dugaan percakapan antara BA dan AR dimana BA meminta AR cek lagi mobil Avanza apakah masih ada bau amis,” katanya.

Baca juga: Kecewa atas Vonis Ringan Daeng Lukman, Keluarga Ivanto di Sikka Kejar Jaksa dan Hakim

Dalam persidangan, Randy mengatakan mobil Avanza yang disita polisi merupakan mobil istrinya Ira Ua.

Selama persidangan berlangsung, banyak saksi yang berbicara mengenai adanya mobil Avanza tersebut. Salah satunya adalah Ferry Taunus. Dia mengatakan mencuci mobil itu pada 28 Agustus siang setelah diminta dan ditelpon oleh Randy.

Randy sendiri mengaku tidak menggunakan mobil Avanza sejak Mei-Agustus 2021, termasuk saat hari naas menimpa Astri dan Lael.

Dari fakta persidangan, belum terungkap siapa yang mengemudi atau siapa saja penumpang dalam mobil Avanza tersebut. 

Baca juga:  Jadi Korban Bentrokan NTT vs Maluku di Jogya, Mahasiswa Papua Cacat Permanen

Ketika banyak fakta terungkap selama persidangan, PN Kupang malah mengagendakan sidang pembacaan tuntutan terhadap Randy pada 13 Juli.

Publik menilai bahwa agenda tersebut terlalu cepat karena seolah-olah mengabaikan banyak fakta yang terbongkar selama persidangan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.