Beredar Identitas Oknum Polisi yang Diduga Ambil CCTV di Gereja Zoar Penkase

Humaniora8 Dilihat
Ipda Gerry Agnar Timur/Kolase.

KUPANG (GRAHA BUDAYA) — Ramai beredar di media sosial oknum polisi diduga mengambil dan menyembunyikan kamera CCTV yang terpasang di Gereja GMIT Zoar Penkase, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Beberapa akun Facebook dengan berani mengunggah foto oknum polisi yang diduga bernama Ipda Gerry Agnar Timur tersebut. Salah satunya akun bernama Bio Nerve.

Gerry adalah Panit Reskrim Polsek Alak, salah satu institusi kepolisian yang mula-mula menangani kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabbee sebelum dilimpahkan ke Polda NTT.

Baca Juga: Dalami Kasus Astri dan Lael, Mabes Polri akan Turun Langsung ke Kupang

Alak juga merupakan lokasi penemuan jasad kedua korban oleh sopir dan kondektur ekskavator pada 30 Oktober 2021 lalu.

Gerry diketahui merupakan salah satu anggota polisi yang cukup berprestasi. Dia pernah mengungkap kasus pembunuhan di wilayah hukum Polsek Alak.

Pada 3 November 2020 lalu, Gerry dianugerahkan penghargaan oleh Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif sebagai personil Polda NTT yang berprestasi.

Kedua teman Gerry yang mendapatkan penghargaan dari mantan Kapolda NTT yang kini menjadi Kapolda Maluku ini adalah Aiptu Florensi Ibrahim Lapuisaly dan Bripda Charlina Nindy Kotta.

Baca Juga: TPFI Soal TKP Penemuan Astri dan Lael: Diduga Sudah Direncanakan Pelaku

Publik menduga kuat bahwa Gerry adalah oknum polisi yang mengambil atau mengamankan kamera CCTV di Gereja Zoar Penkase, beberapa waktu setelah kasus Astri dan Lael mencuat ke publik.

“Oh ini ya oknum polisi yang mencuri memori CCTV milik Gereja Soar (yang dimana di dalam terdapat rekaman kedua korban saat masih hidup berjalan kaki melewati lokasi tersebut),” tulis Bio Nerve di Grup Flobamorata Tabongkar, Rabu (2/2).

Identitas Gerry terungkap setelah Aliansi Pencari Keadilan untuk Astri Manafe dan Lael Maccabbee baru-baru ini menyebut bahwa ada oknum polisi yang sengaja mengambil kamera CCTV di Gereja Zoar ketika kasus Astri dan Lael sedang ditangani.

Gereja Zoar Penkase sendiri terletak di Jalan Penkase, Kecamatan Alak, Kota Kupang.

Aliansi menduga bahwa oknum polisi yang mengambil kamera CCTV di Gereja Zoar Penkase berhubungan dengan kasus yang kini tengah ditangani Polda NTT baik secara langsung maupun tidak langsung.

Koordinator Aliansi Christo Kolimo mengatakan ada oknum aparat yang diduga mengambil memori rekaman CCTV tersebut.

Dilansir dari Kupang Terkini, dia menduga ada pihak yang ingin menghilangkan barang bukti terkait kasus Astri dan Lael.

“Hanya, waktu dan apa yang dalam video tersebut kita tidak tahu pasti, tetapi yang membuat janggal karena video rekaman tersebut diambil ketika penanganan kasus ini,” katanya, Rabu (2/2).

Dia pun meminta polisi memberikan klarifikasi terkait dugaan tersebut.

“Jadi, pihak kepolisian harus mengklarifikasi hal ini demi transparansi,” pintanya.

Dia berharap GMIT sebagai lembaga bisa memanggil pendeta dan koster Gereja Soar Penkase dapat mengklarifikasi dugaan adanya oknum polisi yang mengambil CCTV.

“Jika itu betul maka itu bisa jadi bukti petunjuk yang bisa dipakai oleh pihak penyidik,” pungkasnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.