Belum Lengkap, Berkas Ira Ditolak Kejati NTT dengan Status P-18

GRAHA BUDAYA — Berkas perkara tersangka kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua ditolak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan pengembalian berkas perkara istri terdakwa Randy Badjideh tersebut karena belum lengkap.

Jaksa Peneliti Kejati NTT mengembalikan berkas perkara tersangka Ira Ua dengan status P-18 kepada penyidik Ditreskrimum Polda NTT pada Kamis (2/6).

Baca juga: Beredar Screenshoot Percakapan WA IU dan Astri, Diduga Jadi Motif Pembunuhan

P18 adalah Kode yang didasarkan pada Keputusan Jaksa Agung RI No. 518/A/J.A/11/2001 tanggal 1 November 2001 tentang Perubahan Keputusan Jaksa Agung RI No. 132/JA/11/1994 tentang Administrasi Perkara Tindak Pidana yang berarti Hasil Penyelidikan Belum Lengkap.

Abdul mengatakan, setelah melengkapi berkas perkara tersebut, maka jaksa peneliti akan mengeluarkan P-19 dalam bentuk petunjuk formil dan materil.

Sementara itu, Kabid Humas Polda NTT AKBP Aria Sandy mengatakan pihaknya masih mengecek informasi dari penyidik terkait pengembalian berkas perkara dari tersangka Ira Ua.

Baca juga: Sudah 13 Kali Masuk Penjara, Pria Pencuri di Kupang Kembali Beraksi

“Iya P-18,” katanya kepada Victory News.

Sebelumnya Ira dijerat ketentuan  340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana Subsidair Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan biasa, juncto Pasal 55 55 Ayat (1) ke 2 KUHP tentang perbuatan penyertaan tindak pidana Juncto Pasal 80 Ayat (3) dan (4) Jo Pasal 76 C Undang- Undang No.35 tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak  atau Pasal 221 ayat (1) KUHP. Ancaman hukuman terhadap Ira atas perbuatannya adalah di atas lima tahun penjara.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.