Bantah Ayah Korban, Randy Sebut Biayai Kelahiran Lael

Sidang terdakwa Randy.

GRAHA BUDAYA Sidang kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang, Astri Manafe dan Lael Maccabbe kembali digelar pada Selasa, 24 Mei 2022. 

Sidang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Kupang mulai pukul 10.00-15.30 WITA.

Sidang keempat ini menghadirkan empat saksi yaitu Obetnego Benu dan Semi Leonard Totos. Keduanya adalah saksi awal yang menemukan jenazah Astri dan Lael di lokasi proyek SPAM Kali Dendeng, Penkase. Saksi ketiga Saul Manafe, ayah korban dan keempat kakak korban Jack Manafe.

Baca juga: Kematian Bendahara Bupati Lembata Dinilai Tak Wajar

Dalam keterangannya, Saul Manafe mengatakan keluarga mengetahui peristiwa kelahiran Lael dari hasil seligkuhan korban dengan terdakwa Randy Badjideh.

Dia menyebut saat itu korban tinggal bersamanya di Kelapa Lima, Kota Kupang.

Ketika Asti hendak melahirkan, keluarga korban turut mendampingi. Yaitu tante kandung Astri bernama Lahairoi Manafe dan anaknya yang berdomisi di Jalan Nangka.

Namun Randy membantah keterangan ayah korban. Dia mengisahkan bahwa ketika Astri hendak melahirkan Lael, tidak ada satu pun keluarga korban yang datang.

Baca juga: Menang Praperadilan, Polda NTT Akan Periksa Ira Sebagai Tersangka

Musababnya, sebelum melahirkan Lael di RS Leona, Kota Kupang, Astri nginap di kosan yang disewa Randy. Hanya teman Randy yang menemani Astri saat itu.

“Keterangan saksi tidak benar, karena yang bersangkutan kos pertama di Oepura dan kedua di Liliba, dan saya yang biayai,” pungkas Randy kepada hakim.

Randy kemudian meminta maaf kepada ayah korban karena telah mengorbankan Astri dalam perselingkuhannya.

Dalam keterangannya, ayah korban juga menceritakan bahwa kematian anggota keluarga mereka pertama kali disampaikan oleh teman korban yaitu Santi Mansula.

“Saya pertama kali ditelepon oleh Santi Mansula pada jam 11 malam, tanggal 1 November 2021. Telepon suruh untuk ke rumah sakit Bhayangkara untuk cek kedua jenazah ini,” katanya kepada hakim.

Baca juga: Tak Ditahan karena PNS, Ini Aturan Bila PNS Jadi Tersangka

Keesokan harinya, Santi menelpon lagi ayah korban dan kakak korban untuk menanyakan  apakah mereka sudah mendatangi rumah sakit atau belum. Dia mengatakan, keluarga baru ke RS pada 4 November 2021.

Setelah melihat kedua jenazah tersebut dia pun langsung mayakini bahwa dua jenazah tersebut merupakan Astri dan Lael. 

Dugaan itu diperkuat oleh bukti pakaian kedua korban yang sedang dikeringkan di Polsek Alak setelah ditemukan di proyek SPAM Kali Dendeng pada 30 Oktober.

Hakim lantas menayakan alasan keluarga tidak mencari kedua korban setelah hilang lebih 2 bulan.

Baca juga: Bocah SD di Kupang Dihamili Pamannya Sendiri

Saul mengatakan bahwa keluarga sudah semoat mencarinya di rumah-rumah keluarga, namun tidak ada kabar.

“Kita cari tapi hanya di keluarga saja. Waktu itu kita sudah mau lapor Polisi tapi besoknya langsung dengar kabar penemuan jenazah ini,” ungkapnya.

Sidang akan kembali dilanjutkan besok, Rabu, 25 Mei. Agendanya masih sama seperti hari ini, yaitu pemeriksaan saksi.*

Sumber: Victory News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.