Awalnya Tos-Tosan, Kini Terdakwa Randy Menangis di Hadapan Hakim

Randy meminta kesempatan untuk bertobat dalam sidang pembacaan pleidoi di PN Kupang, Senin (1/8).

Humaniora, Kriminal120 Dilihat

GRAHA BUDAYA — Sidang pembacaan pleidoi atau pembelaaan terdakwa pembunuhan ibu dan anak di Kupang Astri Manafe dan Lael Maccabee diwarnai tangisan. Di hadapan Majelis Hakim, terdakwa Randy Badjideh menangis dan mengakui perbuatannya.

Dilansir dari nttpikiranrakyat.com, Randy menangis ketika membacakan nota pembelaannya di ruang sidang Pengadilan Negeri Kupang, Senin (1/8).

Dalam pernyataannya, Randy mengakui perbuatan keji yang telah dilakukannya pada medio Agustus 2021 dan memohon kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan dan dosanya.

Baca juga: Dikeroyok Saat Pesta Nikah, Oknum Brimob di Belu Tikam Seorang Pemuda

“Saya berjanji apa bila saya diberikan kesempatan, tentunya saya akan menggunakan sisa waktu saya untuk lebih bijak mendekatkan diri dengan Allah dengan lebih giat beribadah dan berdoa,” katanya.

Dia pun membawa-bawa nama Tuhan dengan menyatakan bahwa Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang yang mengampuni dosa dan kesalahan umat-Nya.

Untuk itu, ayah biologis dari korban Lael ini meminta pertimbangan Majelis Hakim untuk meringankan ancaman hukuman yang dituntut kepadanya.

“Saya percaya bahwa Allah yang maha pengasih dan penyayang, yang tentunya dengan kesungguhan hati dengan bertobat dan menyesali akan dosa-dosa kita, maka Allah akan mengampuni kita. Mungkin ini dapat menjadi pertimbangan yang Mulia. Bahwa saya sangat menyesali perbuatan saya,” ungkapnya.

Baca juga: Hendak Mengajar di Maunori-Nagekeo, Gadis Asal Ende Tewas Terlindas Mobil Tangki di Nangaba

Sebelumnya, suami tersangka Ira Ua ini dituntut hukuman mati oleh jaksa penuntut umum dalam sidang yang digelar Juli lalu.

Pria berdarah Arab ini terbukti melakukan pembunuhan berencana yang memenuhi unsur-unsur pidana yang menjeratnya dengan hukuman mati.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.