Alamak, Pernah akan Dibayar untuk Habisi Randy, Saksi Asal Malaka Bilang hanya Main Gila

Humaniora4 Dilihat
Tersangka Randy Badjideh.

KUPANG (GRAHA BUDAYA) — Kasus pembunuhan Astri Manafe dan Lael Maccabbee di Kupang makin menimbulkan misteri. Satu per satu satu saksi yang mengetahui kasus ini mengelak dan berbohong.

Salah satunya adalah seorang saksi asal Kabupaten Malaka berinisial RN alias A.

Dia disebut pernah akan dibayar untuk menghabisi Randy Badjideh, tersangka kasus pembunuhan Astri dan Lael.

Baca juga: Engkos Djami Berpulang: Bawalah Lukisanmu bagi Astri dan Lael

Randy akan dihabisi karena merupakan saksi kunci untuk membongkar keterlibatan pelaku yang sebenarnya dalam kasus ini.

Hal itu pernah disampaikan RN kepada TPFI ketika melakukan investigasi. Ironisnya, baru-baru ini, RN mengirimkan surat kepada penyidik Polda NTT yang menyatakan bahwa dia hanya bohong-bohongan saja mengenai tawaran untuk membunuh Randy.

“Saksi RN alias A yang berada di Malaka telah membuat surat pernyataan kepada penyidik Polda NTT bahwa inbox-inbox dia yang menyatakan dia dan teman-temannya mau membunuh RB karena RB adalah saksi kunci itu adalah inbox bohong-bohongannya saja atau dia hanya inbox main-main gila sa,” tulis Anggota TPFI Buang Sine di akun Facebooknya, Selasa (15/2).

Buang Sine mendesak penyidik perlu mendalami lebih jauh mengenai keterangan yang diberikan oleh RN dan saksi lainnya. Diduga bahwa mereka membuat skenario baru untuk menyembunyikan fakta.

Baca juga: Dua Kali Pemeriksaan, Publik Menanti Penetapan Tersangka Baru

“Apakah pihak penyidik akan percaya dan membenarkan bahwa inbox-inbox RN alias A ini hanya BOHONG-BOHONGAN? Atau justru RN alias A sedang menciptakan sebuah KEBOHONGAN, dan penyidik harus mendalami KEBOHONGANYA itu?”

“Begitu mudahnya, saat RN alias A hendak diperiksa sebagai saksi tiba-tiba dia bilang semua inboxnya itu hanya BOHONG-BOHONGAN SAJA? Skenario apalagi yang sedang dimainkan dalam kasus ini?” ungkap mantan penyidik Polda NTT.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.