Ada Pendarahan di Kepala, Begini Kronologi Lengkap Pengeroyokan Ade Armando

Humaniora5 Dilihat
Ade Armando dirawat di RS.

GRAHA BUDAYA Dosen Universitas Indonesia sekaligus penggiat media sosial Ade Armando dikeroyok sekelompok massa hingga babak belur pada aksi demo 11 April di depan gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Kondisi Ade Armando saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dia disebut menderita luka serius pada sekujur tubuhnya. Kepalanya dijahit akibat gebukan massa.

Menurut investigasi polisi, massa tersebut bukanlah mahasiswa yang melakukan demo. Melainkan sekelompok orang lain yang turut melakukan aksi.

Baca juga: Prof Buya Syakur Sebut Ada Gambar Yesus dan Maria di Ka’bah

Kini, Ade Armando dirawat di ruang High Care Unit (HCU) pada salah satu salah satu rumah sakit di Jakarta.

Sigit Widodo, rekan Ade Armando di Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS) mengabarkan Ade dibawa ke ruang HCU tepat pukul 21.00 WIB untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

“Ada luka cukup parah di bagian kepala dan mukanya lebam. Meski luka parah tapi beliau masih bersemangat dan bisa diajak bicara dengan baik,” ujarnya, Senin (11/4) malam.

Baca juga: Panggilan Terbentuk di Keluarga, 3 Saudara Kandung Jadi Suster 1 Kongregasi

Nong Darol Mahmada, Sekjen PIS dalam pernyataan pers menyatakan pihaknya mengutuk keras perlakuan biadab terhadap Ade Armando. 

Insiden tersebut jelas menunjukan betapa kebiadaban dan kebencian telah menjadi pertunjukan yang memuakkan.

“Kami berharap pihak aparat secepatnya menangkap pelaku penganiayaan terhadap Ade Armando. Sebab ini bukan insiden biasa. Ini adalah sejenis ancaman bagi siapa saja yang berusaha merawat akal sehat di Indonesia,” katanya, Selasa (12/4).

Dia mengatakan saat ini kondisi Ade Armando masih terus dalam pantauan dokter. Hasil pemeriksaan dokter menunjukan ada pendarahan di bagian dalam kepala. Ade Armando beberapa kali muntah dengan mengeluarkan darah.

“Kini tim kedokteran sedang berusaha menangani Ade Armando,” ungkapnya.

Baca juga: Mantan Rektor Trisakti Kelahiran Ruteng Thoby Mutis Tutup Usia

Kronologi Pengeroyokan Ade Armando

Nong Darol pun menjelaskan kronologi kejadian penyerangan dan pengeroyokan Ade Armando pada demo 11 April di depa Gedung DPR RI.

Berikut kronologinya:

  1. Pukul 14.00 Ade Armando didampingi dua orang kameramen (Indra Jaya Putra dan Bambang T) dan dua penulis (Belmondo Scorpio dan Rama) melakukan peliputan aksi demo di Gedung DPR RI.
  2. Ade Armando dan tim datang melakukan peliputan atas nama Pergerakan Indonesia untuk Semua (PIS). Tujuannya untuk membuat konten youtube dan media sosial Gerakan PIS.
  3. Pada awalnya tidak ada masalah, bahkan beberapa media massa mewawancarai Ade Armando.
  4. Pukul 15:35 tim menyepakati untuk menyudahi peliputan. Posisinya saat itu ada di depan pintu gerbang utama DPR.
  5. Pukul 15:38 tim mundur dari posisi semula dan menjauh dari massa demontrasi. Saat mundur beberapa orang massa di situ terlihat mengawasi dan saling berbisik diantara mereka.
  6. Pukul 15:40 tiba-tiba didatangi oleh seorang ibu-ibu tidak dikenal sambil memaki-maki. Makian ibu-ibu inilah yang merangsang massa untuk bertindak beringas. Mereka semua mengepung Ade Armando dan tim.
  7. Pukul 15:41 Ade Armando dan tim kemudian mundur ke dinding pagar DPR. Kemudian didatangi massa yang mendorong-dorong Ade Armando.
  8. Kemudian Tim liputan bergeser ke sebelah kiri depan gedung DPR. Mereka hendak meninggalkan lokasi karena sudah tidak kondusif.
  9. Beberapa saat kemudian dihampiri beberapa orang tidak dikenal, mereka tiba-tiba langsung menyerang. Sebelumnya mereka mengepung Ade dan tim. Sepertinya pengepungan dilakukan untuk menutup penyerangan dari pantauan petugas.
  10. Anggota tim liputan berusaha melindungi Ade Armando yang terus menerus diserang dan dipukuli tapi tim kemudian terjatuh dan terpental.
  11. Karena tidak mungkin bisa menolong, tim yang terpental mencari polisi untuk meminta pertolongan.
  12. Polisi kemudian datang dan memberikan pertolongan.
  13. Setelah diamankan dan ditarik ke dalam gedung DPR oleh pihak kepolisian, Ade Armando mendapatkan penanganan dokter polisi pada jam 16:10 WIB.
  14. Karena ada penyekatan massa, Ade Armando baru bisa dievakuasi dan sekitar jam 18:00 WIB sampai ke RS untuk melakukan perawatan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.