Ada Bekas Darah Saat Ditemukan, Astri Diduga Tidak Dibunuh pada Agustus 2021

Humaniora7 Dilihat
Astri Manafe dan Lael.

KUPANG (GRAHA BUDAYA) — Kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang masih menyimpan misteri. Berbagai teka-teki muncul mengenai fakta yang sebenarnya.

Belakangan beredar kabar bahwa Astri Manafe tidak dibunuh pada pada Agustus 2021 sebagaimana pengakuan Randy Badjideh yang kini menjadi tersangka.

Hal itu karena ketika ditemukan di lokasi penggalian pipa SPAM Kali Dendeng, Penkase, Kecamatan Alak, Kota Kupang, di bagian kaki Astri masih ada darah.

Baca Juga: GMIT Imbau Jemaat Jangan Ikut Serta dalam Demo Kasus Astri dan Lael

Bio Nerve mengantongi foto ketika jasad Astri ditemukan di lokasi proyek yang dikerjakan Pemkot Kupang tersebut.

Dalam unggahan di media sosialnya, Selasa (8/2), dia mengatakan bahwa ada bekas luka di bagian kaki kiri Astri yang masih berwarna merah. Artinya darahnya masih segar.

Dia menduga bahwa Astri dibunuh tidak lama sebelum jasadnya ditemukan sopir dan kondektur ekskavator pada 30 Oktober.

Baca Juga: Polda NTT akan Periksa Saksi Kasus Pembunuhan Astri dan Lael Besok

Dengan kondisi jasad masih segar, diperkirakan korban dihabisi tidak lama sebelum ditemukan di TKP.

“Mari kita perhatikan secara teliti. Pada bagian kaki kiri korban masih sangat jelas kelihatan warga daging (warna merah). Apakah logis jika jasad dikuburkan berbulan-bulan tapi dagingnya masih berwarna merah? Saya sangat yakin korban tidak dihabisi pada tanggal 27 Agustus 2021,” tulisnya di akun Facebook.

Sementara itu, terkait bayi tak berdosa Lael, dia menduga bahwa korban dihabisi terlebih dahulu oleh pelaku. Hal itu karena jasad korban yang sudah hancur.

“Jika dilihat dari kondisi fisik korban, Lael duluan dihabisi jauh sebelum ibunya dihabisi,” katanya.

Baca Juga: Beredar Identitas Oknum Polisi yang Diduga Ambil CCTV di Gereja Zoar Penkase

Dia meyakini bahwa rekaman CCTV di Gereja Zoar Penkase bisa membuka kedok kejahatan kemanusiaan ini. Adapun, kamera CCTV tersebut telah diambil oleh oknum polisi bernama Gerry yang merupakan salah satu penyidik di Polsek Alakk.

“Mudah-mudahan petunjuk CCTV yang sedang diperdebatkan bisa menjadi petunjuk baru tentang waktu dan tempat korban dihabisi,” ungkapnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

1 komentar