69 Persen Masyarakat NTT Puas dengan Kinerja VBL, 24 Persen Tidak

Ekopol14 Dilihat
Viktor Bungtilu Laiskodat.

KUPANG (GRAHA BUDAYA) — Sebanyak 69% masyarakat NTT mengaku puas dengan kinerja pemerintahan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Sisanya, 24% masyarakat menyatakan tidak puas terhadap kinerja VBL.

Tingkat kepuasan tersebut merujuk pada survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang digelar pada tanggal 20-28 Januari 2022 melalui tatap muka atau wawancara langsung.

Sebanyak 1.213 responden yang dipilih secara acak dengan metode multistage random sampling dari seluruh populasi NTT yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca juga: Jumlah Umat Katolik Dunia Tahun 2022 Tembus 1,39 Miliar Orang

Direktur Riset SMRC, Deni Irvani mengatakan dalam survei tersebut masyarakat yang yang tidak tahu atau tidak menjawab 7%.

Dia menyebut, dari 69% masyarakat yang mengaku puas terhadap kinerja Viktor Laiskodat, sebanyak 15% menyatakan sangat puas dan 54% cukup puas.

Sementara publik yang menyatakan tidak puas hanya sekitar 24% dengan perincian 19% yang kurang puas dan 5% yang menyatakan tidak puas sama sekali.

“Untuk tingkat kepuasan publik pada kinerja Josef Nae Soi sebagai Wakil Gubernur NTT sebesar 59%, yang berpendapat sebaliknya sebesar 25%, dan yang tidak dapat memberi penilaian 16%,” terang Deni, Selasa (22/2).

Dia mengungkapkan bahwa penilaian publik terhadap kinerja VBL di bidang kesehatan dan pendidikan dan kesehatan cukup tinggi.

“Pada dua sektor ini, tingkat kepuasan publik mencapai 71 persen,” jelasnya.

Sementara untuk sektor ekonomi sebesar 64% dan infrastruktur sebanyak 51%.

Meski begitu, publik juga menilai bahwa ada beberapa program VBL belum berjalan. Misalnya, rencana mengirim putra-putri terbaik di NTT untuk sekolah di luar negeri.

Baca juga: Uskup Agung Kupang akan Mengundurkan Diri pada 23 Februari

Dia pernah mengatakan akan mengirim anak-anak muda NTT belajar sebanyak 2.000 orang per tahun. Total 10.000 orang dalam jangka waktu lima tahun.

Sementara di bidang kesehatan, VBL juga pernah berjanji mengirim dokter dan tenaga kesehatan terbaik untuk melayani masyarakat di daerah pedalaman yang kesulitan akses.

Hebatnya lagi, dia akan mengirim para dokter dan nakes tersebut menggunakan helikopter.

Sayangnya, sampai tahun keempat kepemimpinannya, belum ada satu pun dari program yang terealisasi. (Berita Satu)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.