3 Warga NTT dari 11 Korban Tewas di Nduga, Pimpinan KKB Ungkap Alasan Penembakan

Humaniora, Kriminal13 Dilihat
Peti jenazah korban KK di Nduga.

GRAHA BUDAYA— Insiden berdarah yang terjadi di Kampung Nogolait, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua, Sabtu (16/7) sekitar pukul 09.00 WIT oleh Kelompok kriminal bersenjata (KKB) terhadap warga sipil menewaskan  11 orang dan 2 lainnya mengalami luka-luka.

Korban meninggal antara lain Yulius Watu, Hubertus Goti, Yohanes Rangkas, Daeng Maranu, Taufan Amir, Johan, Alex, Yuda Nurusingga, Nasjen, Mahmut Ismain dan Eliaser Baner.

Semua korban yang meninggal telah diterbangkan kembali ke daerah masing-masing terkecuali orang asli papua atau OAP yang dimakamkan di tanah leluhurnya.

Dikutip dari Seputarpapua.com, menyebutkan bahwa Egianus Kogoya yang merupakan salah satu pentolan sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengakui sebagai dalang pembantaian 11 warga sipil di Nduga pada Sabtu pekan lalu.

Baca Juga: Tangis Pecah Saat Jenazah 2 Kakak-Beradik Korban KKB Asal Bajawa Tiba di Rumah Duka

“Kami tembak mati 11 orang intelijen Indonesia yang menyamar sebagai karyawan proyek dan penjaga kios serta melukai 2 orang,” ungkapnya dalam pernyataan yang dirilis Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom, Selasa (19/7).

Egianus Kogeya merupakan seorang Brigadir Jenderal dan menjabat Panglima Kodap III Ndugama dalam struktur TPNPB-OPM. 

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang di pimpin oleh Egianus Kogoya melakukan pembantaian terhadap 11 warga sipil karena dianggap sebagai jaringan intelejen Indonesia.

Baca Juga: 11 Warga Sipil Tewas Ditembak KKB di Nduga, 3 dari NTT

Selain ke 10 warga tersebut ada 1 warga orang asli papua (OAP) Elieser Baye (54) yang diketahui sebagai seorang pendeta turut jadi korban kebrutalan tim Egianus. 

Sebut Egianus, pendeta ditembak karena dicurigai sebagai mata-mata dan ketangkap basah bersembunyi sambil merekam aktifitas pengibaran bendera yang dilakukan oleh kelompoknya. 

“Kemudian dia merontak, sehingga kami mencurigai mata-mata, maka kami tembak mati di tempat,” ungkapnya.

Setelah mengibarkan bendera, gerombolan bersenjata ini kemudian melanjutkan perjalanan dan kembali membantai 5 orang penjaga kios yang sudah dipantau beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Dituntut Hukuman Mati, Randy Badjideh Serahkan Sepenuhnya ke PH-nya

“Mereka 5 orang itu anggota kami sudah pantau beberapa hari yang lalu, ternyata salah satu dari kios itu mereka pegang pistol, akhirnya kami tembak,” jelas Egianus.

Saat itu ada truk melintasi jalan yang sudah mereka kuasai, lalu mereka menahan truk dan memeriksa. ternyata ada 4 orang yang merunduk dan mencurigakan sehingga mereka tembak.

“Jadi begitu kami sudah kuasai jalan batas batu di Nogolait dan satu truk lewat kami tahan dan periksa, ternyata ada 4 orang merunduk dalam truk dan mencurigakan, akhirnya kami tembak 4 orang itu. Sudah pasti anggota yang menyamar,” beber Egianus.

Baca Juga: 3 Jenazah Warga NTT Dipulangkan dari Papua: 2 ke Bajawa dan 1 ke Manggarai

Lanjut Egianus, sekitar pukul 15:30, 1 orang lagi ditembak oleh mereka, sehingga pad hari itu disebutkannya ada 11 orang yang meninggal termasuk warga asli Papua.

“Jadi hari Sabtu itu kami tembak 11 orang dan 1 orang masyarakat kami karena dia ambil gambar,” ungkapnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.