2 Tewas, Begini Kronologi Bentrokan Berdarah antara Kelompok NTT dan Maluku di Jogyakarta

Humaniora, Kriminal12 Dilihat

GRAHA BUDAYA — Kelompok NTT dan Maluku terlibat dalam bentrokan berdarah di Glow Karaoke yang terletak di Jalan Seturan Caturtunggal Depok, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu, 2 Juli 2022 lalu.

Bentrokan terjadi pada sekitar pukul 01.45 WIB. Kelompok NTT dikomandai oleh Luis, sedangkan kelompok Maluku merupakan anak buah dari Kece.

Akibat bentrokan tersebut tiga warga NTT mengalami luka-luka, sedangkan dua orang dari kelompok Maluku dikabarkan meninggal dunia.

Baca juga: Berawal dari Libur Sekolah, 2 Kakak Beradik di TTS Tewas Terseret Banjir

Sumber Graha Budaya di Jogyakarta mengatakan kedua pihak berupaya damai pada Minggu (3/7) malam. Namun kedua pihak belum mencapai kesepakatan sehingga pada Senin (4/7) hingga Selasa ini, kedua kelompok terlibat dalam bentrokan.

Dari rilis yang diterbitkan kepolisian setempat, disebutkan kronologi kejadian tersebut berawal ketika Luis dan rekan-rekannya yang berjumlah 12 orang  melakukan karoke di Glow Karaoke.

Pada pukul 01.30 WIB Luis dan rombongan keluar ruangan karaoke dan hendak meninggalkan tempat tersebut. Anak buah Kece dari Maluku yang berjumlah enam orang yang sedang duduk-duduk di depan resepsionis atau kasir di ruangan di bagian lobby.

Kemudian mereka menanyakan kepada kasir bernama Cecilia perihal apakah Luis dkk sudah membayar atau tidak. Cecilia mengatakan bahwa Luis dan rombongan belum membayar.

Mendengar jawaban tersebut, anak buah dari Kece mendatangi rombongan Luis sehingga terjadilah keributan di depan dan di dalam Glow Karaoke.

Baca juga: Pakar Teologi Katolik Pater John Prior SVD Tutup Usia

Rombongan Luis lalu melakukan perusakan dua buah monitor PC komputer dengan menggunakan senjata tajam dan sesaat kemudian kedua rombongan tersebut meninggalkan Karaoke Glow.

Kemudian sekitar pukul 03.05 WIB Luis bersama rombongan yang berjumlah sekitar 30 orang mendatangi Karaoke Glow dan melakukan perusakan kaca depan Glow Karaoke dengan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul.

Akibat kejadian tersebut kaca bagian depan Glow Karaoke mengalami kerusakan.

Sekitar pukul 05.10 WIB massa dari kelompok NTT yang berkumpul di Ruko Babarsari (tempat tinggal Luis) bergerak menuju Perum Jambusari Ngemplak untuk mendatangi tempat tinggal dari Kece.

Dari video yang beredar, mereka membawa senjata tajam dan benda tumpul berupa kayu dan balok. 

Sumber Graha Budaya mengatakan di sana mereka sempat merusak dan mengejar anak buah Kece di kos-kosan dan menewaskan dua warga Ambon.

Dalam aksi tersebut, kelompok NTT salah sasaran melukai salah satu mahasiswa asal Papua.

Kemudian, sekitar Senin siang, kelompok Ambon menyerang balik dengan mendatangi ruko NTT di Babarsari dan membakar ruko tersebut.

Lihat juga: Geng NTT dan Maluku Minta Maaf

Aparat kemudian melakukan koordinasi guna meminimalisir terjadinya keributan meluas.

APH juga melakukan komunikasi dengan tokoh kedua belah pihak yang bermasalah dan menghimbau agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan dan aturan hukum yang berlaku.

Pada Senin malam, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan untuk menghentikan aksi kekerasan.

Dalam sebuah video, Luis menyampaikan minta maaf dan berjanji tidak akan membuat keonaran dengan mengejar anak-anak dari Maluku.

Sementara itu, perwakilan dari Maluku pun menyampaikan minta maaf dan berupaya menghentikan bentrokan dengan sesama saudara dari Indonesia Timur.

Namun pihaknya menuntut agar pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan berdarah agar diproses secara hukum karena telah menewaskan dua warga Maluku.

Hingga hari ini, konflik pun meluas dengan melibatkan kelompok Papua. Anak-anak NTT kini sedang terancam karena dikejar oleh kelompok Maluku dan Papua.

Pasukan keamanan gabungan TNI dan Polri pun turun ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.